Yang Pertama . . .

Saya Khanty Dwi Ichtyantri (ˆ⌣ˆ)ง

Yang Ke dua . . .

Gunadarma University (^__^)

Yang Ke tiga . . .

Kesalahan itu bukan untuk terus menerus disesali, tapi juga harus terus diperbaiki untuk kedepannya. Allah Maha Adil lagi Maha Pengampun :')

Yang ke empat. . .

Cuma Promosi aja HaHaHa

Yang ke lima . . .

Ini bebrapa contoh website yang pernah saya buat :-) masih pemula :-)(•ˆ⌣ˆ•)

Tampilkan postingan dengan label Ngesahre ☺. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngesahre ☺. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Februari 2016

Nikmat Syukur Tiba Ditempat Mu




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waaah udah lama yaa saya tidak bercuap-cuap ditempat ini, udah banyak debu sama sarang laba-laba nih, mesti di sapu sama dip el *ga jelas*
Mau sedikit bikin cerita nih, tentang pengalaman yang tak terduga :”), boleh yaaa, yuk aah mulai aja biar gak makin lama

Entah harus bahagia atau sedih yang harus saya rasakan saat saya benar-benar tiba dan menginjak tanah Arab saat itu. Bahagia karena saya bisa pergi menjalankan ibadah umroh bersama mama serta kakak saya. Sedih karena bapak tidak ikut serta bersama kami, namun saya yakin, bapak pasti tahu dan liat bahwa kami akhirnya bisa menjalankan ibadah umroh yang memang sudah direncanakan oleh bapak sebelumnya.

Yaaa... ibadah umroh ini memang ibadah yang direncanakan sebelumnya. Bapak ingin sekali mengajak istri dan kedua anaknya untuk menjalankan ibadah umroh bersama-sama, walaupun saya tidak mengetahui rencana itu sebelumnya. Namun apa daya, keadaan bapak saat itu memang sangat tidak mendukung, penyakit jantung bapak kumat dan harus sering check up ke rumah sakit serta tidak bisa lepas dari pengawasan dokter. Dokter pun tidak mengijinkan bapak untuk terlalu banyak melakukan aktivitas, kerena dapat menyebabkan penyakit jantung bapak kumat.

Sampai pada tanggal 23 Mei 2015 bapak menghembuskan nafas terakhirnya. Jujur hari itu benar-benar hari yang membuat saya merasa hancur sangat hancur. Saya tidak bisa terima keadaan saat itu, saya tidak mau ditinggal bapak, saya tidak siap. Saya kecewa, kesal, marah kenapa Allah begitu cepat memanggil bapak, kenapa Allah tidak memberi waktu yang lama buat bapak. Saya belum bisa membahagiakan bapak, saya belum bisa memberi apa-apa ke bapak, saya belum bisa membuat bapak bangga punya anak seperti saya.  Saya hancur, melihat bapak yang terbujur kaku di depan mata saya. Tidak ada yang bisa saya lakukan selain menangis. Namun saya sadar, saya sayang sama bapak namun Allah jauh lebih sayang sama bapak. Saya sadar, Allah tidak mau bapak terus menerus merasakan sakit.

Tepat jam 12.30 malam waktu daerah setempat (Jeddah) saya beserta jamaah umroh lainnya tiba di bandara King Abdul Azis. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Madinah yang di tempuh selama 4 jam dari Jeddah. Selama perjalanan saya merasa takjub dengan pemandangan  gurun pasir dan gunung bebatuan yang ada di kanan dan kiri jalan. Allahuakbar, Allah Maha Besar. Begitu besar kuasa Mu Ya Allah.


Selamat di perjalanan, di sisi kanan dan kiri jalan dipenuhi gunung bebatuan

Setibanya di Madinah hati saya semakin berdebar-debar, air mata turun begitu deras. Tidak ada kata-kata yang saya ucapkan selain kata-kata bersyukur karna saya diberi kesempatan untuk datang dan tiba di tempat ini. Yaaa Masjiid Nabawi, dimana tempat ini merupakan masjid yang didalamnya berada makan Nabi para umat Islam, Nabi akhir jaman Nabi Muhammad S.A.W

Di Masjid ini saya bertemu dengan semua umat islam dari berbagai Negara dari Turki, Palestina, India, Mesir, Malaysia, Singapura, Brazil dan masih banyak lainnya. Di Masjid Nabawi saya mengalami peristiwa yang tak disangka, dimulai sering di sapa oleh orang-orang yang ada di Masjid Nabawi, diberikan air minum, diberikan kurma sampai ada yang memeluk dan mencium pipi saya (wanita kok wanita). Subhanallah benar-benar indahnya umat islam yang saling menyayangi :”)
Sampai pada suatu siang sebelum shalat zuhur, dua (2) orang wanita cantik berkulit putih menghampiri saya dan rombongan jamaah umroh lainnya yang sedang duduk menunggu waktu zuhur, lalu dia mengatakan
“Assalamu’alaikum, can speak English ?”
tanpa ragu tiba-tiba sayang menjawab “Yes” dengan wajah penuh senyum.
Kemudian wanita itu bertanya kembali “From Indonesia right ?”,
“Of course” jawab saya.
Dengan wajah penuh senang 2 wanita itu mengatakan bahwa dia ingin berfoto bersana dengan saya dan ibu-ibu jamaah lainnya. 2 wanita ini berasal dari Palestine, 2 wanita ini mengatakan bahwa iya seneng dan suka dengan orang-orang Indonesia, dia mengatakan bahwa orang-orang Indonesia baik-baik, sopan dan mau membantu, selalu membantu Negaranya. Oleh karena itu 2 wanita ini ingin sekali foto bersama kami (saya beserta ibu-ibu jamaah lainnya dari travel yang saya ikuti), setelah selesai 2 wanita ini memeluk saya mencium pipi saya. Jujur entah apa yang terjadi pada diri saya, saat itu saya merasa senang dan bahagis bisa bertemu dengan 2 wanita itu, terlebih-lebih mereka mengatakan bahwa mereka suka dan senang dengan orang Indonesia. Namun sayangnya, saya tidak bertanya siapa nama mereka berdua dan saya tidak mengabadikan moment itu di camera saya L

Setelah 3 hari di Madinah saya, mama, mas dani dan jamaah lainnya melanjutkan perjalanan ke kota Makkah, namun sebelum ke kota makkah, kami semua melakukan kegiatan mikot sebelum umroh di masjid bir ali, setelah itu baru kama melanjutkan perjalanan ke masjidil haram di kota makkah. Kurang lebih 5 jam kami menempuh perjalanan kesana (diselingi istirahat).

Sesampainya di kota makkah, suasana sedikit berbeda, angin yang berhembus terasa kencang karena memang Madinah dan Makkah memang sedang mengalami musim dingin, namun dingin di Makkah lebih dingin dari pada di Madinah. Saya dan jamaah lainnya istirahat terlebih dahulu di hotel sampai menunggu waktunya tawaf. Tepat jam 1 saya dan jamaah melanjutkan ibadah tawaf dan menuju ke dalam Masjidil Haram. Ketika masuk masjid, jantung saya terasa berdebar kencang, ditambah saat melihat ka’bah secara langsung, semakin berdebar-debar hati saya. Tak henti-hentinya saya mengucapkan syukur serta mengucapkan kalimat talbiyah, subhanallah ya Allah saya masih tidak percaya saya bisa kesini, saya bisa melihat ka’bah secara langsung dan dari dekat (karena biasanya melihat ka’bah dari gambar, sekarang bisa melihat secara langsung). Ya ALLAH....

Jujur saat melihat ka’bah dan selama tawaf yang ada di pikiran saya hanyalah Bapak, saya rindu bapak, saya ingin bertemu dengan bapak. Air mata tak henti-hentinya mengalir ke pipi saya, sambil agak terisak saya mengucap kalimat talbiyah. Semua orang yang ada di sekeliling saya (jamaah travel) termasuk mama, hanya bisa mengelus-elus pundak saya, mencoba untuk membantu menghentikan tangis yang terasa terisak dari bibir saya.

Selesai tawaf, banyak do’a yang saya panjatkan, saya paham kesempatan seperti ini sangat sulit didapatkan,saya harus memanfaatkan kesempatan ini dengan terus dan banyak berdo’a serta mengucap rasa syukur atas apa yang telah Allah telah berikan.

Semakin lama, air mata semakin mengalir, hanya bapak yang saya ingat saat itu
“Bapak, ade kangen sama bapak. Ade, mama sama mas sudah sampai sini pak, kita sampai sini dengan selamat pak. Bapak yang ingin kita semua hadir disini bersama-sama pak, bapak yang ingin kita ibadah sama-sama. Bapak ade sayang bapak, ade kangen bapak, ade mau lihat bapak.”

“Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, hanya kepada-Mu aku memohon dan meminta, terpatkan bapakku disisimi, disisi yang terbaik dan terindah di Jannah Mu Ya Allah, Lindungi dan jaga bapak disana Ya Allah, jauhkanlah bapak dari panasnya api neraka Ya Allah, berikan bapak kebahagiaan disana. Serta berikan aku kekuatan serta ketegaran untuk menghadapi ini semua Ya Allah, dan berikan aku selalu kemudahan, serta kelancaraan hidup agar aku bisa membahagiakan mama serta kakakku, beriaku kesehatan agar aku mampu menjaga mama serta kakakku Ya Allah”

Semakin deras air mata yang jatuh ke pipi.
Yaaa mungkin itu segelintir do’a yang bisa saya ucapkan *masih banyak lagi*
*stop dulu yaa nangis-nangisnya, makin nyesek takut gak bisa napas #deritapenyakitkecil*

Lanjuttt.....

Setelah menyelesaikan tawaf, kemudia dilanjutkan dengan sa’i (jalan dari bukit safa ke marwah untuk laki-laki berlari kecil) dan tahalul (gunting rambut). Selesai melaksanakan ibadah umrah yang utama (untuk diri sendiri) saya, mama dan mas dani melanjutkan ibadah di depan ka’bah sambil menunggu waktu subuh, karena waktu setempat sudah menunjjukkan jam 04.00 pagi.

Walaupun jam 04.00 pagi, disini tidak pernah kenal kata sepi, selalu ramai, selalu padat. Banyak dari mereka yang masih melaksanakan ibadah tawaf atau sekedar berdo’a, dzikir ataupun membaca al-qur’an di depan altar dekat ka’bah.



Ohiya kalau di Arab (Madinah & Makkah) terdapat 2 kali adzan. Adzan pertama untuk panggilan shalat tasbih dan tahajud, adzan kedua (selang 1 jam’an) itu adzan untuk shalat subuh. Jarak antara adzan dan ikomat pun sekitar 30 menit-an. Betah deh pokoknya disana, ibadah tuh rasanya tenang, dan merasa selalu diingatkan. Dan saya tuh paling betah duduk di dekat ka’bah, gak mau beranjak rasanya.

Setelah shalat subuh, saya, mama dan mas dani tidak langsung beranjak dari tempat shalat kami. Kami selalu berdiam diri sambil berdzikir maupun membaca al-qur’an. Ketika mata ini jelalatan *apa ini* melihat kesana kemari, tiba-tiba mata ini tertuju pada langit di atas ka’bah. Subhanallah, Allahu Akbar..... saya belum pernah melihat langit seindah ini, langit yang berwarna merah muda dan biru, ditambah adanya bulan yang berwarna putih, yaaa saya suka sekali dengan bulan, tak henti-hentinya saya ucapkan syukur pada Allah, bernar-benar nikmat Allah yang diberikan begitu indah.

Saya merupakan type orang yang suka mengabadikan moment-moment tertentu, makanya pemandangan langit yang indah itu tidak akan saya sia-siakan. Karena saya tahu, moment seperti itu jarang saya temui. Dan ini penampakkan langit subuh di atas ka’bah


Dan masih banyak monet-monet yang membuat saya merasa takjub :”)

Duuh dari tadi cerita panjang lebar malah beneran netesin air mata *dasar cengeng*
Maaf yaa, si pemblog emang cengeng hehe :””)

Selanjutnya saya sedikit cerita tempat-tempat yang saya datangi pas disana :”)
Di bawah yaaaa...

Foto Masjid Kuba di Madinah



Foto saya ini di Jabal Rahmah


Ini Foto di Masjid Nabawi di Madinah


Ini juga di Masjid Nabawi


Ini juga di Masjid Nabawi, diujung kanan ada si mama xixi

Ini mama di pelataran Masjidil Haram, itu juga ada jam raksasa, kalau ga salah itu dibawahnya ada hotel sama mall grand zamzam *maaf kalau salah*

Padang Pasir di peternakkan Unta

Ini di dalem Masjidil Haram

Saya, mas dani dan mama waktu di Jeddah.
Katanya sih itu mirip sepedahnya Nabi Adam a.s hahha yaa wallahu’alam

Ini di peternakan unta bareng sama jamaah umroh lainnya (satu travel)


Foto ini saya ambil dari lantai 2 tempat tawaf

Ini tangan saya pas pegang dan mau meluk ka’bah. Masih sempet-sempetnya foto, padahal ini lagi dempet-dempettan dan dalam keadaan banjir nangis *aneh emang saya* :”)
Waktu mama sama mas dani meluk ka’bah, dan disini saya bener-bener liat mas dni nangis terisak sambil menyebut nama bapak :”), begitu juga dengan mama

Ini foto waktu di Masjid Nabawi di Madinah

Pagi hari di dekat ka’bah, sambil dhuha’an
Ini niatnya foto mama dari samping, eeh malah keambil kepalanya aja, karna suananya rame banget disini :”)


Duhhh kayanya segini aja yaa cerita-ceritanya.. udah kebanyakkan...
Sebenernya masih banyak lagi foto-fotonya, tapi takut nyampah hehe :”)

Cerita ini tidak bermaksud pamer, hanya ingin berbagi cerita aja ke blogger. Dan semoga buat yang belum pernah kesini bisa kesini, dan yang sudah pernah kesini bisa kesini lagi. Aamiin Allahumma’aamiin :”)

NB : Foto-foto yang di share merupakan foto asli yang saya ambil dari smartphone saya, tidak percaya ? bukti ada disaya dan bisa minta ke saya J

Terimakasih blogger......


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh







Instagram : khantydwi
Facebook : Khanty Dwi Ichtyantri
Twitter   : khantydwi

Selasa, 22 April 2014

TOUM2 Minggu ke-2

Assallamualaikum Warohmattullohi Wabarokattuh....

“Pengambilan Keputusan Apa Yang Sangat Berat Dalam Hidup Anda ? ”

Setiap manusia pasti pernah mengalami kebingungan, kesulitan bahkan ketakutan dalam mengambil suatu keputusan. Begitu juga dengan diri saya. Hal terberat dalam mengambil suatu keputusan baik memang terkadang membuat orang yang mengalami permasalahan, takut untuk melangkah dan memutuskan untuk mengambil jawaban atau keputusan yang terbaik untuk penyelesaiaan hal tersebut. Bukan hanya penyelesaian masalah yang baik namun juga pengambilan keputusan tersebut dapat membawa efek yang baik untuk kedepannya bagi si pengambil keputusan tersebut. Pada postingan kali ini saya akan menceritakan hal yang pernah saya alami dalam mengambil suatu keputusan berat yang memang harus saya ambil saat itu.
Ketika saya sudah merencanakan hal-hal yang akan saya lakukan saat lulus dari bangku SMK, ternyata semua hal yang saya rencanakan tidak semua berjalan dengan baik dan mulus. Saya memang lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK yang memang merupakan sekolah yang selalu mengajarkan siswa-siswinya untuk bersiap diri memasuki dunia kerja. Awalnya memang saya memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan saya ke dunia perkuliahan. Namun banyak masukkan baik dari teman, kaka kelas bahkan guru-guru yang mengarahkan saya untuk melanjutkan ke dunia kerja. Banyak yang memberi tahu asiknya masuk ke dunia kerja. Dari mulai bisa memiliki penghasilan sendiri, bisa membantu orang tua, bisa bebas menggunakan uang kapan pun, dan lain sebagainya. Dulu saya memang tipe orang yang mudah terhasut dengan iming-iming yang memang membuat saya buta pikiran. Yang tadinya saya memiliki niat untuk melanjutkan kuliah, saya menjadi orang yang memiliki niat kuat untuk melanjutkan masuk ke dunia kerja setelah lulus nanti.

Awalnya orang tua saya mengetahui bahwa saya akan melanjutkan pendidikan ke dunia perkuliahan, dan orang tua saya belum tahu kalau saya sudah berpaling dan ingin memasuki dunia kerja. Sampai pada akhirnya ibu saya menanyakan Universitas mana yang akan saya pilih. Dengan sangat enteng saya menjawab, bahwa saya tidak ingin kuliah dulu dan saya akan melanjutkan masuk dunia kerja. Ibu saya sempat bingung dan heran, karena yang awalnya saya ingin kuliah tetapi tiba-tiba saya memilih untuk kerja terlebih dahulu. Mendengar hal tersebut, ibu saya tidak setuju dengan pilihan saya dan mencoba menjelaskan ke saya susahnya masuk ke dunia kerja tanpa memiliki title. Ibu menjelaskan bahwa banyak anak-anak lulusan SMK biasanya hanya bekerja di pabrik dan biasanya mendapatkan kerja di bagian produksi. Entah hal apa yang membuat saya buta, mungkin iming-iming memiliki penghasilan sendiri yang membuat saya tidak mendengarkan apa yang ibu jelaskan ke pada saya, dan saya tetap memilih untuk melanjutkan ke dunia kerja.
Bukan hanya ibu saya yang tidak setuju dengan pilihan saya untuk melanjutkan ke dunia kerja, tetapi ayah saya pun sangat tidak setuju akan hal tersebut. Ayah sama seperti ibu yang menjelaskan bahwa susahnya masuk dunia kerja hanya dengan tamatan SMK, tapi saya pikir tidak semua tamatan SMK hanya bisa bekerja di pabrik, banyak tamatan SMK yang bisa masuk dunia perkantoran. Namun lagi-lagi ayah dan ibu saya tetap tidak setuju dengan apa yang pilih. Saya sempat bingung dengan apa yang harus saya lakukan, di satu sisi saya ingin melanjutkan ke dunia kerja, namun di sisi lain oaring tua saya sangat tidak mendukung dengan apa yang saya pilih.
Kemudian saya memimta masukkan kepada teman-teman yang lain. 20% dari mereka mengtakan, bahwa saya harus bisa meyakinkan orang tua bahwa saya memang bisa masuk ke dunia pekerjaan dan bisa menghilangkan rasa khawatir kedua orang tua saya akan pekerjaan yang saya dapatkan nantinya. Dan 80% dari mereka mengatakan bahwa saya harus mengikuti apa yang orang tua saya katakan, karena apa yang orang tua inginkan itu merupakan hal yang terbaik untuk anaknya, apa lagi yang selalu saya ingat ketika salah satu teman mengatakan “Ridho Allah itu berasal dari Ridho Orang tua”, saya takut nantinya apa yang salah pilih malah tidak baik untuk saya kedepannya karena tidak mendapat dukungan dari orang tua. Tetapi saya pun takut nantinya saya tidak akan semangat kuliah karena memang bukan jalan itu yang saya pilih.
Saya terus mempertimbangan jalan mana yang akan saya pilih, dengan terus berdoa memohon petunjuk Yang Maha Esa agar di beri petunjuk jalan mana yang harus saya pilih. Mengikuti kata hati, atau mengikuti apa yang disarankan orang tua yang memang terbaik untuk saya. Tiba-tiba terlintas di benak saya untuk mengambil 2 pilihan tersebut. Kuliah di barengi dengan kerja, yaaa…memang tidak mudah, semua harus terencana dengan baik dengan pengaturan waktu yang baik pula. Bisa saja di pagi harinya saya bekerja, lalu malam saya bisa mengambil waktu untuk kuliah. Namun nayatanya orang tua saya tetap tidak menginjinkan saya mengambil keputusan tersebut. Dengan alasan fisik saya yang tidak akan mampu melakukan hal tersebut dan takut nantinya kuliah akan terganggu dan tidak akan fokus kuliah.
Semakin bingung dan semakin gundah, entah harus memilih yang mana. Jika saya memilih kuliah terlebih dahulu saya takut nantinya kuliah tidak akan lancar karena memang belum ada niatan untuk kuliah. Ketika saya bingung memilih keputusan tersebut, ibu saya mengajak saya bicara dari hati ke hati. Beliau menuturkan alasan, mengapa ibu dan ayah tetap bersikeras menyuruh saya melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Karena memang orang tua saya ingin melihat anaknya menjadi seseorang yang lebih baik untuk kedepannya. Mendengar apa yang di tuturkan oleh ibu, saya merasa bahwa saya menjadi anak yang kurang bersyukur. Disaat orang-orang yang ingin melanjutkan pendidikan di dunia perkuliahan namun tiba bisa melanjutkan ke dunia perkuliahan karena alasan perekonomian, saya yang memiliki orang tua yang mampu membiayai untuk melanjutkan pendidikan, malah saya bersikeras untuk tidak kuliah.
Saya mencoba terus berpikir panjang sebelum mengambil keputusan, sambil memikirkan hal mana yang baik untuk saya, bukan baik di awal tapi baik sampai kedepannya. Dan mencoba menumbuhkan niat saya yang dulu, untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Terus mempertimbangkan kedua pilihan tersebut, dan dengan 89% keyakinan saya memilih mendengarkan apa yang orang tua saya sarankan untuk melanjutkan pendidikan ke dunia perkuliahan dengan mencari jurusan yang memang sesuai dengan passion yang saya naungi. Memang saat sudah memasukin dunia perkuliahan saya sadar, bahwa dunia seperti ini lah yang memang saya butuhkan saat itu. Saya terus meningkatkan keyakinan saya menjadi 98% bahwa kuliah memang hal yang terbaik untuk saya. Dan saya pun makin bersemangat kuliah.
Dari pengalaman yang saya ceritakan, saya ingin memberikan sedikit saran bagi kalian khususnya kalian yang memang lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan. Bahwa, kalian harus memiliki niat yang kuat kearah mana yang akan kalian tuju ketika kalian lulus sekolah. Jangan pernah kalian terbawa atau termakan iming-imingan yang memang belum tentu akan membawa kalian kearah yang lebih baik. Dan jangan pernah menjadi pribadi yang selalu ikut-ikutan  dengan apa yang orang lain lakukan, belajarlah menjadi diri sendiri. Jika kalian memang ingin meneruskan kedunia perkuliahan, dan orang tua kalian mendukung penuh apa yang kalian ingini untuk kuliah serta mampu membiayai kalian untuk kuliah, janganlah pernah menyia-nyiakan kesempatan itu. Karena memang kesempatan sulit datang untuk ke-dua kalinya. Namun jika memiliki kendala dalam pembiayaan, tidak ada salahnya jika kalian memasuki dunia kerja sambil mengumpulkan biaya untuk melanjutkan ke dunia pendidikan, dan itu merupakan hal yang mulia. Kalian bisa kuliah dengan biaya kalian sendiri tanpa harus membebani orang tua kalian. Ambil keputusan yang terbaik untuk kalian dan membawa efek yang baik untuk kedepannya.

Sekian cerita mengenai pengalaman saya mengenai “Pengambilan Keputusan Terberat” yang saya alami. Semoga bisa memberikan manfaat yang baik untuk semua.


Wasallamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu…

Kamis, 20 Maret 2014

Tulisan TOUM2 M-1

IDOLA KECIL-KU


Assalamualaikum wr wb
Apa kabar semuanya ? Insya Allah semua dalam keadaan sehat serta baik-baik saja yaaaa. Aamiin…
Kali ini saya ingin menceritakan salah seorang idola saya ketika saya masih kecil. Ia merupakan sosok yang sampai saat ini masih saya rindukkan. Dia adalah seorang penyanyi cilik dengan lagu-lagunya yang ngehits ketika saya masih kecil. Dia bernama Maissy Pramaisshela atau yang di kenal dengan Maissy “Cilukba”, mungkin kalian tahu dan ingat dengan penyanyi cilik yang satu ini….
Maissy lahir di Jakarta pada tanggal 23 Maret 1990. Beda 4 tahunan ya dari saya yang lahir tahun 1994 *siapa yang nanyaa-_-*. Yaa dia adalah salah satu penyanyi cilik yang mampu membuat saya kagum dan tertarik padanya. Mungkin karena lagu-lagunya yang enak untuk di dengar atau mungkin karena tingkah lucu dan centilnya dalam video klip dari lagu-lagu yang di nyanyikan olehnya.

Awal mula ceritanya, ketika saya menonton salah satu acara anak-anak di televisi yang menampilkan Maissy sebagai pembawa acara dalam acara tersebut. Saya suka karna dia selalu membawakan acara tersebut dengan riang, lucu, ngegemesin *namanya anak kecil* dan saya tertarik dengan sebuah slogan yang biasa di ucapkannya yaitu “Cilukba”. Dari situ saya mulai kagum dan suka dengan penyanyi cilik tersebut.
Mungkin karna saya sering menonton acara tersebut, suatu hari ketika ayah saya pulang bekerja, beliau membelikan saya beberapa CD lagu-lagu anak-anak dan diantara CD tersebut terdapat CD album dari Maissy “Cilukba” itu. Dan jujur, saat itu saya lebih tertarik dengan CD album dari Maissy tersebut. Mungkin karena melihat gaya Maissy yang lucu dan imut dalam cover CD album tersebut hehheee….
Ada beberapa lagu yang masih saya ingat sampai saat ini, diantaranya :
            Jumpa lagi
            Idola cilik
            Ci luk ba
            Perahu Laju
            Hello
            Dan masih banyak lagu-lagunyaa….

Tapi lagu yang paling saya suka yaitu Perahu Laju. Lagunya tuh kaya gini..
Ekheemm cek sound dulu hihii
Kulihat  Perahu  Laju
Menyongsong  angin  dan  alun
Meluncur  dengan  lincah  serta  anggun
Anggun terayun-ayun

Kulihat  perahu  laju
Membawa  anganku  serta
Mengarung  pulau-pulau laut  lepas
Laut  senusantara

Dengar  ombak  bersorak -sorai
Dengar  buih  berderai -derai
Mengantarkan  perahuku
Pulang  kembali
Pulang  kembali
Menuju  pantai

Terus terus ada lagi lagu yang judulnya Idola Cilik itu sedikit masih hafal liriknya, reffnya tuh kaya gini…..
            Satu satu satu
            Aku lah idola
            Dua dua dua
            Aku lah juara
            Tiga tiga tiga
            Rangking pertama
            Hoby nyanyi nari, juga sekolah
           
            Ngak enggak lagi
            Aku cengeng lagi
            Ngak enggak lagi
            Aku manja lagi..

Aaaah udah ah udaah maluuu, suara saya kan sumbang hihi
*maaf yaa kalau ada kupingnya yang sakit*
Dulu saya selalu menyanyikan lagu itu dan sampai memperagakan gaya-gaya Maissy dalam video klip lagu tersebut loh hihi. Tapi sayang sekali saat ini Maissy si penyanyi cilik ini sudah jarang sekali muncul di layar televisi. Dan yang lebih di sayangkan pada saat ini, banyak sekali anak kecil yang tidak tahu lagu-lagu anak-anak, bahkan banyak di antara anak kecil yang lebih tahu dan lebih hafal lagu-lagu orang dewasa. *miris*
Seandainya saat ini masa sama seperti masa-masa saya masih kecil, mungkin akan banyak anak-anak kecil yang bahagia dan tumbuh dewasa di waktu yang tepat. Tapi ya sudahlah yaaa namanya juga era modern, apa-apa sekarang serba canggih sih *apa hubungannya* hahaa…..
Ingin deh rasanya balik ke masa-masa kecil sekitar umur 3-6 tahun yang masih polos dan lugu, dan masih suka nyanyi-nyanyi ga jelas, mengikuti gaya-gaya penyanyi cilik dulu hihi
Rindu masa-masa itu, tapi lagu-lagu Maissy yang masih saya hafal gak akan pernah saya lupakan deh… *Insya Allah* hehee….

Sabtu, 02 Maret 2013

Iseng potret


Mau ngeshare nih hihi...................
Baru belajar motret, hasilnya si gak seberapa, namanya juga baru belajar, jadi jelek gini deh hasilnya hehe 


Di atas belakang kampus

Kampus J

Ulfa Dan Aulia

Burung

Burung



Di buang sayang, makanya di masukin blog aja hehe
:)

Sabtu, 17 November 2012

Karangan ~ Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

KARANGAN~
Nama   : Khanty Dwi Ichtyantri
NPM    : 14112080
Kelas    : 1KA37


Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dijaman globalisasi ini, banyak sekali kemajuan di bidang Ilmu pengetahuan dan Teknologi. Tidak tanggung tanggung loh, kemajuan yang terjadi sangat begitu pesat dan cepat. Lihat saja, akhir akhir ini banyak sekali gadget gadget baru yang bermunculan dan menjadi bahan bahan perlombaan bagi siapa pun yang ingin memilikinya.
Coba deh bayangkan kembali beberapa tahun lalu. Jaman dulu tuh gak ada yang namanya Ipad, Tab, Blackberry, Android, dan gadget baru lainnya. Dulu yang namanya computer pun jarang ditemui hanya orang-orang tertentu yang mempunyai computer. Apalagi Handphone, jarang banget orang punya benda ini. Mungkin yang ada hanya telephone rumah dan itu pula hanya beberapa orang yang mempunyainya.
Ngomong ngomong masalah Ilmu Pengetahuan dan teknologi, jadi inget waktu masih Sekolah Dasar. Pertama kali belajar komputer itu kelas 2 SD. Jujur ya yang namanya dulu tuh sama sekali gak tau dan gak ngerti cara memakainya tuh seperti apa. Dan pertama kali masuk pelajaran itu, aku cuma bisa diam terbelengu. Mungkin memang karena masi pemula ya.. lagi pula aku masih kecil belum ngerti apa-apa. Hihi
Ketika aku duduk di bangku kelas 5 SD, orang tuaku membelikan seperangkat alat komputer untuk dipergunakan oleh aku dan kakakku. Pertama kali punya komputer Pentium III tapi aku lupa mereknya apa. Pada saat itu aku jarang menggunakan komputer karna aku memang tidak terlalu bisa menggunakan komputer itu paling hanya bisa digunakan untuk mengetik dengan Ms.Word.
Ketika aku SMP bapakku menjual komputer lamanya dan membeli komputer baru yang berPentium IV. Saat aku SMP pertama kalinya aku menyukai pelajaran TIK disekolah. Karena sering banyaknya tugas yang harus di cari di internet, aku sering sekali bulak balik ke warnet dekat rumah. Mungkin karena melihat aku sering bulak balik warnet bapakku memasang internet melalui kabel telephone rumah atau yang biasa di kenal speedy. Ohiya saat SMP juga saat pertama kalinya aku diperbolehkan dan diberikan Handphone untuk sendiri. Memang jaman aku smp itu memang sudah masuk jamannya globalisasi. Banyak diantara teman-temanku yang memiliki handphone. Dan handphone pertama ku bermerek Sony Ericsson tipe k300i.



Karena seringnya handphone ini jatuh, makin lama ia tidak bisa bertahan dan akhirnya rusak. Untungnya orangtuaku pengertian hihi, akhirnya di belikan handphone lagi, dan karena seringnya rusak aku sering gunta ganti handphone.
Balik lagi ke masalah komputer yuk..
Saat SMP komputer itu menjadi barang yang selalu aku singgahi saat pulang sekolah maupun saat aku libur sekolah. Dan karena adanya internet di rumah aku sering sekali membuka media social yang saat itu terkenal yaitu Friendster dan Facebook. Atau hanya untuk mencari tugas sekolah yang harus di cari melalui internet. Karena kemajuan teknologi yang terus mengikuti jaman, sampai-sampai di sekolah pun menggunakan media komputer saat belajar mengajar, contohnya saat aku beljar pelajaran fisika disekolah, sering kali guru disekolah menggunakan komputer dan proyektor sebagai media pembelajaran, baik dengan menonton video pembelajaran atau dengan menggunakan power point saat menerangkan kepada murid-muridnya, mungkin agar guru tidak selalu mencatat di papan tulis, makanya selalu menggunakan komputer dan proyektor.
Karena kesukaan ku dengan komputer, sampai-sampai aku memutuskan unutk melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK dengan program studi Rekayasa Perangkat Lunak. Awalnya dilarang untuk masuk SMK oleh orang tuaku, karena mereka menginginkan aku masuk SMA agar bisa menjadi seorang bidan. Namun aku tetap bersikeras untuk masuk SMK. Dan akhirnya orangtuaku mengijinkan aku untuk melanjutkan pendidikan di SMK.
Awalnya ketika aku mengikuti pelajaran kejuruan masih sedikit kaku dan bingung, kerena aku memang tidak terlalu memahami komputer. Tapi seiring dengan berjalannya waktu makin lama aku makin mengerti dan mengetahui apa fungsi komputer, apa yang ada di dalam komputer apa fungsi perangkat komputer dan semua yang mengenai komputer. Jurusan saat aku sekolah lebih ke arah pembuatan software atau yang berbasis perangkat lunak. Tetapi tetap tidak meninggalkan pengetahuan mengenai perangkat keras atau HardWare.
Saat SMK bapakku membelikan laptop agar bisa dipergunakan disekolah. Karena di Lab kejuruan banyak komputer yang rusak, mungkin karena keberatan aplikasi atau karena banyak virus yang menyerang, makanya aku kadang membawa laptop kesekolah. Bukan hanya di saat pelajaran kejuruan saja, tetapi saat pelajaran yang yang membutuhkan laptop misalnya untuk presentasi. Tidak hanya membawa laptop tetapi juga membawa modem. Saat itu sudah banyak sekali modem dengan berbagai merek menawarkan berbagai kelebihan, baik dari kecepatan dan lain-lainnya. Ya walaupun sebenarnya banyak wifi disudur sekolah tapi tetap saja harus membawa modem, karena kecepatan wifi di sekolah tidak terlalu meyakinkan. Bahkan kadang banyak wifi yang mati.
Ketika disekolah ada tugas mendadak dan mengharuskan mencari informasi melalui internet, tapi sayagnya tidak ada seorang pun yang membawa laptop di kelas, maka kami semua akan berebutan menggunakan komputer yang ada di perpustakaan sekolah. Dan jika internet di sekolah sedang RTO (Request Timing Out) aku dan teman sekelas akan beralih ke Handphone untuk mencari informasi. Dan karena sering menganggap remeh suatu tugas karena mudah, tinggal di search atau di cari di google, kadang aku menunda-nunda tugas terebut, ya dan menyebabkan aku maes untuk mengerjakan tugas tersebut, dan akhirnya tidak kelar dalam waktu satu hari untuk mengerjakan tugas, karena banyaknya informasi yang didapat dari internet yang berasal dari berbagai sumber.
Sampai saat ini aku duduk di bangku perkuliahan aku tetap mengambil jurusan yang berhubungan dengan komputer atau teknologi. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, makin banyak pula ilmu ilmu dan pengetahuan baru yang aku dapatkan.
Kita kembali kemasa dan jaman ini. Sudah banyak orang yang mengenal dan mengetahui berbagai media social dengan menggunakan gadget yang mereka miliki. Diluarsana banyak para remaja bahkan anak kecil yang mampu menggunaka gadget gadget keluaran baru. Bahkan anak SD sekarang sudah banyak yang membawa handphone kesekolah, padahal jaman saya memakain handphone saja saat duduk di bangku SMP.
Dengan berkembangnya Ilmu pengetahuan dan Teknologi yang semakin pesat maka makin bermanfaat juga bagi semua orang, baik untuk informasi dan komunikasi. Tapi ada juga sisi buruk dari perkembangan Ilmu pengetahuan dan Teknologi. Maka dari itu gunakanlah dan manfaatkanlah dengan baik Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkembang saat ini. Jangan jadikan perkembangan dan kemajuan menjadikan kalian semua malas untuk melakukan hal baik dan bermanfaat.