Yang Pertama . . .

Saya Khanty Dwi Ichtyantri (ˆ⌣ˆ)ง

Yang Ke dua . . .

Gunadarma University (^__^)

Yang Ke tiga . . .

Kesalahan itu bukan untuk terus menerus disesali, tapi juga harus terus diperbaiki untuk kedepannya. Allah Maha Adil lagi Maha Pengampun :')

Yang ke empat. . .

Cuma Promosi aja HaHaHa

Yang ke lima . . .

Ini bebrapa contoh website yang pernah saya buat :-) masih pemula :-)(•ˆ⌣ˆ•)

Minggu, 21 September 2014

HAN IN LOVE

HAN IN LOVE





Aku ALiza, seorang anak rantauan dari Negri tetangga, yang diberi kesematan mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan S1 disalah satu Universitas di Seol. Yaap, disini aku tinggal seoarang diri, walaupun begitu aku sudah memiliki beberapa teman yang memang satu kampus bahkan satu jurusan denganku. Salah satu diantara mereka bernama Kristall. Aku dan Kristall sudah lebih dekat dan kebih akrab dulu, mungkin karena apartemen kami bersebelahan dan Kristall pun selalu membantu ketika aku menghadapi kesulitan, terutama kesulitan dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Hidup seorang diri di Negara asing memang awalnya sangat sulit, karena kehidupan disini sangat jauh berbeda dengan kehidupan di Negara asalku. Perlahan namun pasti aku mencoba mempelajari kebiasaan-kebiasan yang dilakukan masyarakat kota ini dengan bantuan Kristall dan kakaknya. Kristall tinggal bersama kakanya yang bernama Taeyon, mereka berdua memang asli Seol, karena itu aku selalu meminta tolong mereka ketika mengalami kesulitan dan mereka pun dengan senang hati akan membantuku.

Pagi ini aku bersama Kristall berencana untuk jogging mengelilingi taman ditepian Hangang, atau yang biasa dikenal dengan nama sungai Han. Sekitar jam 6 pagi setelah shalat subuh aku sudah mempersiapkan diri untuk jogging. Tiba - tiba terdengar suara handphone berbunyi “Yeoboseyo ? Oh ne ne…”, ternyata telephone tersebut dari Kristall yang sudah menungguku di depan lobby appartement, kemudian aku pun bergegas turun ke lobby. Ketika di lobby aku melihat Kristaal bersama Taeyon eonni yang ternyata akan ikut bersama aku dan Kristall untuk jogging. “Annyeong eonni ? waah ternyata eonni ikut juga…?”, kataku dengan riang. “Annyeong Liza shii, ne… aku bosan di kamar, makanya aku mau ikut kalian, biar sekalian fresh juga…”, jawab eonni Taeyon sambil memelukku. Tak perlu waktu lama kami langung menuju taman di tepi sungai Han. Selama jogging, tak hentinya mereka menjelaskan cerita tentang sungai Han, dan mereka menunjukkan tempat-tempat apa saja yang bagus di daerah sungai Han. Kita sempat berhenti sejenak ditepi sungai Han untuk menikmati indahnya pemandangan sungai Han. Subhanallah hati terguncang melihat indahnya pemandangan sungai ini. “Liza ? kamu suka tempat ini ?”, Tanya Kristall padaku. “Ne… aku suka sekali Kristall, mungkin tempat ini akan menjadi tempat favoriteku di Seol..”, jawabku dengan sumringah. “Waktu SMA aku sering datang kesini bersama teman-temanku. Bagaimana kalau kita sering datang kesini juga ? kamu setuju ?”, Tanya Kristall semangat. “Aaaa setuju bangett Kristall…”, jawabku dengan semangat sambil mengambil posisi lompat kecil.

Ketika sedang asik berbicara dengan Kristall dan Taeyon eonni, tiba-tiba terdengar suara pria yang memanggil nama Kristall. “Yaa….Kristall….”, Teriak si pria itu. Sontak aku dan Kritall menengok kebelakang melihat siapa yang memanggil Kristall dengan suara kencang. Ternyata beberapa orang laki-laki yang memang sedang melakukan aktifitas jogging seperti kami. “Yaa..Oppa. Jongging disini juga ?”, Teriak Kristall balik. Mereka semua menghampiri kami yang memang sedang duduk menikmati indahnya sungai Han. “Waah ada Taeyon nuna juga. Iya kita lagi jogging-jogging ganteng aja nih disini. Itu siapa ?”, Tanya si laki-laki pada Kristall sambil melihat kearahku. “Ohyaa kenalin oppa, ini ALiza chingu baru aku dari Negara tetangga”, jawab Kristall sambil merangkul pundakku. Pria itu mengulurkan tangannya padaku. Karena aku tidak terbiasa berjabat tangan dengan seorang pria, maka aku menundukkan badanku sambil mengucap, “Joesonghamnida, jonen ALiza imnida..” dan semua laki-laki itu membungkukkan badannya. “Mianhae oppa, chingu yang satu ini special jadi tidak bisa dipermainkan”, kata Kristall melanjutkan. “Liza, ini Chanyeol oppa dia emang suka sksd gitu orangnya, tapi baik kok. Yang pakai jaket hitam itu Kyungsoo oppa, sebelah kanannya itu Luhan oppa, Sehun, Tao dan Suho oppa. Mereka semua teman-teman aku.”, kata Kristall menjelaskan padaku. Aku hanya memberi senyuman pada mereka semua.

Tiba-tiba Taeyon eonni yang dari tadi asik mendengarkan musik, tiba-tiba mengajukan pertanyaan “Loh Baekhyun shii kemana ?”, “Tadi mau ikut nuna, tapi dia tiba-tiba sakit perut jadi gak ikut deh nuna”, jelas sehun yang dari tadi kelihatan gak bisa diam karena terus-terusan bercanda dengan Tao. Entah hanya perasaanku saja atau memang kenyataan, aku melihat Chanyeol oppa memandangiku dengan mata yang mengerikan. Agak risih sih ya diliatin pria yang baru di kenal, tapi aku berpikir positif, mungkin pria Korea kalau menatap wanita memang seperti itu. Aku juga gak terlalu mikirin sih. Kemudian kami semua melanjutkan jogging bersama. Lagi-lagi aku memergoki Chanyeol oppa melirikku, kali ini beneran terasa risih, aku mencoba menggeser kearah Taeyon eonni yang memang sedang asik mendengarkan musik dari headsetnya. “Wae..?”, Tanya Taeyon eonni padaku. “Anio eonni..”, jawabku dengan senyum. Ketika selesai jogging, aku diajak Kristall untuk sarapan pagi bersama dengan yang lain, karena memang perutku juga sudah mulai keroncongan, aku pun tidak menolak ajakan Kristall.

Sesampainya ditempat makan, entah kenapa Chanyeol oppa memilih tempat duduk yang berada persis di depanku. “Hyung, disini hyung disini”, teriak Sehun yang menyuruh Chanyeol oppa untuk duduk disampingnya, namun tidak ada balasan dari Chanyeol oppa. Tiba-tiba Kyungsoo oppa datang tanpa mengucapkan sepatah kata apapun dan langsung menarik kuping Chanyeol oppa untuk pindah posisi tempat duduk. “Aaaaa..appa..apaa…”, teriak Chanyeol oppa kesakitan. Semua orang tertawa termaksud aku, yang melihat kejadian itu. Walaupun posisi tempat duduknya sudah pindah, tetap saja Chanyeol oppa mencuri-curi lirikkan ke arahku. Perasaan risih itu hilang dan timbul perasaan deg-degan “Duuuh aLiza please deh apaan sih pake degdegan segala ??”, ucapku dalam hati. Kristall pun memesankan makanan untukku, sesampainya makanan tiba, ternyatan makanan yang dipesankan Kristall untukku tertukar dengan makanan pesanan Chanyeol oppa, mau tidak mau aku harus ke meja Chanyeol oppa untuk menukar makanannya. “Mianhae oppa, sepertinya makanan kita tertukar ?”, ucapku pada Chanyeol oppa. “Mwo ? Ohiya pantesan aku bingung kok yang dateng ini yaa..”, jawab Chanyeol oppa. “Gomawo..” ucap Chanyeol oppa lagi sambil tersenyum. Aku pun hanya membalas dengan senyuman singkat dan langsung kembali ke tempat dudukku. Ketika sarapan selesai disantap kami semua kembali ke rumah masing-masing.

Siang hari aku menghabiskan waktu dengan membaca novel-novel yang memang belum sempat aku baca karena terhalang oleh tugas-tugas kuliah yang menumpuk. “Ting nong..”, bunyi bel dari kamar appartementku. Bergegas aku keluar, ternyata Kristall yang berdiri di depan pintu dengan membawa sepiring kue yang berwarna pink dan hijau. “Ini untukmu Lizaa”, kata Kritall sambil menodorkan piringnya padaku. “Waaa, Gomawo. Siapa yang buat ini ?”, tanyaku. “Anio, ini dari Chanyeol oppa.”, jawab Kristall. “Nugu ?”, tanyaku kaget. “Ne, Chanyeol Oppa. Wae ?”, Tanya Kristall balik. “Anio anio.. Ayoo masuk”, jawabku menyangkal. “Liza ya… Chanyeol oppa kayanya suka deh sama kamu ?”, kata Kristall mengejutkan. Aku cuma diam tanpa menjawab sepatah kata pun. “Chanyeol oppa yang menyuruhku mengantarkan kue ini untukmu. Ohiya dia minta kontak kamu, boleh aku kasih gak ?” lanjut Kristall. “Buat apa ?”, tanyaku singkat. “Mungkin dia mau komunikasi sama kamu. Chanyeol oppa itu baik, emang sih keliatannya dia aneh suka gak jelas gitu, tapi Chanyeol oppa itu baik banget. Dia juga suka nolong aku sama eonni kalo lagi kesusahan. Chanyeol oppa itu juga sahabatnya namjachingu Taeyon eonni.”, kata Kristall mencoba menjelaskan. “Namjachingu Taeyon eonni ? Nugu ?”, tanyaku lagi. “Baekhyun oppa..”, jawab Kristall. Dan aku baru tahu ternyata, laki-laki yang saat jogging ditanya eonni Taeyon adalah namjachingu-nya. Dan aku memutuskan untuk tidak memberikan kontk pada Chanyeol oppa, karena memang aku masih takut dan belum berani dengan orang yang baru aku kenal.

Keesokkan harinya, aku melakukkan aktifitas kuliah seperti biasa. Berangkat kuliah selalu bersama Kristall, masuk kelas pun selalu bersama Kristall, tapi kalau ke kamar mandi gak pernah bareng *ya iya lah*. Ketika perkuliahan selesai aku memutuskan pergi ke perpustakaan untuk mencari bahan presentasi minggu depan. Ketika sampai perpustakaan, aku berpapasan dengan laki-laki yang tidak asing dipenglihatanku. “Ya.. Aliza ?”, tanyanya sambil menunjukku. “Ne..Kyungsoo oppa ?”,”Ne, kamu masih ingat dengaku ?”, tanyanya balik. “Bagaimana bisa lupa, oppa yang menarik kuping Chanyeol oppa saat sarapan pagi hehe..”, jawabku menyakinkan. Kemudian kami memutuskan untuk mencari buku bersama. “Liza, Chanyeol hyung sudah menghubungimu ?”, tanya Kyungsoo oppa dengan suara yang kecil, karena takut terdengar penjaga perpustakaan. “Anio, wae oppa ?”, tanyaku balik. “Kemarin dia bilang kalau dia suka sama kamu pada pandangan pertama, dan dia mencoba untuk meminta kontakmu sama Kristall.”, jelasnya. Ternyata benar kata Kristall, Chanyeol oppa suka sama aku. Sebelum aku menjawab Kyungsoo oppa sudah mengajukkan pertanyaan lagi “Kamu sudah memberi kontakmu ke Chanyeol ?”, ”Anio oppa, aku memang yang menolak untuk tidak memberikan kontakku pada Chanyeol oppa.” Jawabku jelas. “Wae ? Chanyeol itu…”, “Sssssst…”, suara dari penjaga perpustakaan yang memutuskan pembicaraan Kyungsoo oppa karena terlalu keras dan mengganggu pengunjung lainnya.

Kemudian kami memutuskan untuk keluar dari perpustakaan dan buku yang dicari pun sudah ada. Ketika keluar perpus, aku melihat Kristall berjalan dengan seorang laki-laki. Yaaa laki-laki itu tinggi dan perawakannya pun tidak asing bagiku, itu Chanyeol oppa. Tiba-tiba perasaan itu muncul lagi, degdegan itu timbul lagi, aku bingung aku panik dan hampir salting saat itu juga. “Kyungsoo yaaa…”, teriak Chanyeol oppa. “Zaa please zaa please, don’t be panic. Jangan sampe salting”, ucap dalam hati. “Annyeong.”, ucap Chanyeol oppa padaku. “Kyungsoo oppa, ajarin aku matematika please.”, ucap Kristall pada Kyungsoo oppa. “Gaja, kita ke perpustakaan.”, ajak Kyungsoo oppa pada Kristall. Dan akhirnya mereka meninggalkan kami berdua. Kondisi paling gak aku suka ya kondisi kaya gini, jadinya awkward banget. Aku Cuma bisa senyam-senyum gak jelas karna memang bingung apa yang harus dikatakan. “Ke kantin yuk”, ajak Chanyeol oppa. Lagi-lagi aku tidak bisa berkata apa-apa, aku hanya menganggukkan kepala dan berjalan menuju kantin. Sampai di kantin Chanyeol oppa mencoba memulai pembicaraan denganku “Mianhae, kalau seandainya aku mengganggu kamu..”, “Anio oppa anio”, ucapku memutuskan perkataan Chanyeol oppa. Sangking geroginya malah memutuskan pembicaraan orang. Yapp akhirnya kami bisa mengobrol dengan santai karena memang Chanyeol oppa yang membuat suasana terlihat tidak canggung. Dan pada akhirnya pun aku member kontakku pada Chanyeol oppa. Sempat beripikir, kenapa disini aku terlihat gampangan sekali memberika kontak pada orang lain.

Malam harinya terlihat handphone berbunyi, dan ternyata Chanyeol oppa mengirim pesan padaku. Aku pikir Chanyeol oppa sama seperti laki-laki lain pada umumnya yang hanya basa-basi ketika mengirim pesan untuk menanyakan Sedang apa ?, sudah makan ? sudah mandi ? dan pertanyaan lain yang memang merupakan pertanyaan yang biasanya diajukkan untuk anak kecil. Aku dan Chanyeol oppa melanjutkan pembicaraan yang kita bicarakan saat di kantin kampus. Chanyeol oppa menanyakan banyak hal padaku, dari mulai mengapa mengambil kuliah di Seol ? kemudian apa motivasi kuliah disini, apa visi dan misi hidup yang aku jalani dan lain sebagainya. Bahkan dari pembicaraan ini kami bisa saling tukar pendapat dan informasi. Informasi mengenai Seol dan Jakarta.

Semakin hari, hubungan aku sama Chanyeol oppa semakin baik. Chanyeol oppa juga sering membantuku banyak, hal diantaranya mengerjakan tugas kampus. Aku dan Kristall pun sering melakukan kegiatan bersama Chanyeol oppa dan kawan-kawannya. Sampai pada akhirnya Kristall menanyakan hal yang saama sekali tidak terlintas dibenakku “Zaa, jadi kamu udah jadian sama Chanyeol oppa ?”, “Hah ? Ya engga lah, kita tuh cuma temenan.”, kataku sambil tertawa . “Masih ? Chanyeol oppa pernah cerita ke aku kalau dia suka sama kamu, dia juga cerita ke temen-temennya.”, tanya Kristall serius. “Ayooo zaa jawab…”, paksa Kristall yang penasaran karena pertanyaanya aku abaikan. “Nanti aja yaa chingu, aku bingung”, jawabku lemas dan bergegas meninggalkan Kristall.

Pertanyaan Kristall pun menjadi bahan pemikiranku, “Apa benar Chanyeol oppa suka sama aku ? atau sebatas suka aja ? apa yang diliat dari aku coba ?. Mana mungkin sih, laki-laki sekeren itu suka sama gadis rantauan macam aku ini. Apa yang hebat dari aku ? perasaan biasa-biasa aja deh. Ehh tapi kok aku jadi mikirin ya ? Apa jangan-jangan aku suka juga ? Aaa…. Aliza Aliza please stop stop, jangan mimpi terus..”, ucapku dalam hati sambil memukul pelan jidatku. Tak lama setelah tepok jidat, handphoneku berbunyi dan ternyata itu pesan dari Chanyeol oppa yang berisi tulisan “Saranghyeo, aku tunggu kamu di taman belakang appartement”. Hati degdegan, rasanya mau copot, ini maksudnya apa ? ini mimpi bukan ? salah liat nih mata kayanya min mau naik lagi aaaa…. rasanya gak percaya sama semua ini. “Dateng gak yaa, dateng gak yaaa ? Kalau dateng tandanya aku beneran suka juga tapi kan tujuan kesini itu kuliah bukan cari jodoh, kalau gak dateng tapi kan emang suka. Duuh mesti gimana ini ?”, ucapku rewel. “Chingu yaaaa, wae …? Bingung banget keliatannya…”, tanya Kristall mengagetkan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun aku langsung menunjukkan pesan yang dikirim Chanyeol oppa ke Kristall “Tuh kan bener, sudah sana ke taman, pasti Chanyeol oppa udah nunggu kamu.”, kata Kristall semangat. “Kristall, kamu tahu kan tujuan aku kesini untuk apa ? Aku kesini untuk kuliah, bukan untuk cari jodoh. Aku cuma gak mau nantinya malah mengecewakan ayah dan bunda. Aku ga mau Kristall.”, jawabku lesu. “Yaa chingu, aku tau tujuan kamu kuliah. Tapi kamu tetep gak akan bisa membohongi hati kamu. Saat kamu berhubungan dengan Chanyeol oppa, kamu masih bisa focus kuliah kan ? Chanyeol oppa pun selalu membantu kamu kan ? Aku yakin liza, Chanyeol oppa pasti akan selalu membimbing kamu.”, bujuk Kristall meyakinkanku.

Tak ada lagi yang bisa aku katakan pada Kristall, aku hanya diam dan menjawabnya dengan senyuman. Sampai saat ini pun aku bingung apa yang harus aku lakukan. Tetap datang atau menghindar. Teringat pula pesan ayah dan bunda yang menyuruh ku agar fokus pada tujuanku untuk kuliah. Tapi aku juga gak bisa bohongin diri sendiri kalo aku memang menyimpan perasaan itu juga. Semakin bingung harus bersikap seperti apa. Namun pada akhirnya aku tetap harus mengambil keputusan. Dan aku memutuskan untuk tidak datang dan pergi ke tepian sungai Han untuk menenangkan pikiran. Entah berapa jam aku duduk di pinggiran sungai Han sambil mendengarkan music-music mellow, tiba-tiba ada seseorang yang memberikan segelas bubble tea kepadaku. Ketika aku melihatnya ternyata orang itu adalah Chanyeol oppa. Saat itu aku bingung dan super duper heran, Chanyeol oppa kok bisa tau aku disini, kok mau sih Chanyeol oppa nyamperin aku kesini. “Oppa ? Mianhae….”, ucpaku. “Gwenchana, aku udah tau semua”, ucapnya dengan senyuman. “Kristall ? Oppa, tau aku disini juga dari Kristall ?”, tanyaku penasaran. “Ne… Kristall cerita semua ke aku. Aku nunggu kamu di taman, tapi kamu ga muncul-muncul. Aku kirim pesan gak kamu bales, aku telpon pun gak kamu angkat. Makanya aku memutuskan untuk bertanya ke Kristall. Dan akhirnya Kristall menjelaskan ke aku.” Jawabnya menjelaskan. Lagi-lagi tak ada yang bisa aku takkan, aku hanya diam sambil memandangi air yang mengalir di sungai Han.

Secara tiba-tiba Chanyeol oppa mengeluarkan seikat mawar putih dari tangannya dan mengucapkan “Aku udah tau semua, kamu juga gak bisa bohongin perasaan kamu. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu. Aku akan berusaha untuk bimbing kamu. Dan aku berjanji tidak akan mengganggu aktifitas kuliah kamu. Kita sama-sama saling mendukung dan menemani. Mau kamu selalu ada untuk aku ?”, Tanyanya serius. Bingung, sangat bingung, rasanya ingin berteriak “Bundaaa anakmu galau bunda…”. Perlahan aku merancang sebuah kata-kata dengan baik agar tidak sampai slaah berbicara. “Mianhae oppa, aku gak bisa janji selalu ada untuk oppa, tapi aku akan berusaha ada disaat keadaan apapun.”, jawabku dengan senyum kecil. “Jadi kamu mau ?”, tanyanya heran. “Kita jalanin dulu aja oppa, kedepannya pun kita belum tau kita jodoh atau engga. Semua itu sudah diatur Tuhan, tinggal kita yang menjalankan dan berdoa. Untuk ayah dan bunda, aku akan coba bilang ke beliau tapi tidak dalam waktu yang cepat.”, kataku menjelaskan. Chanyeol oppa hanya membalas dengan senyuman bahagia yang terpancar dari wajahnya. “Jangan lupa kenalin aku ke ayah dan bundamu yaaaa”, katanya lanjut. Aku hanya membalas dengan anggukkan dan senyuman. Dari sinilah kami akan memulai cerita baru bersama, dengan saksi pohon-pohon, angin, dan aliran air dari Sungai Han ini.

Alhamdulillah semakin hari kami menjalin hubungan dengan baik, bahkan hubungan kami pun akhirnya disetuji bunda, karna aku sudah menceritakan hal ini pada bunda. Bunda pun berpesan :
“Bunda gak akan ngelarang kamu punya teman special. Bunda hanya pesan, tetap fokus pada tujuanmu dan tetap jaga jarak dengan teman specialmu itu. Kamu wanita nak, kamu pun tinggal sendiri disana. Jaga dirimu baik-baik. Ayah dan Bunda selalu mendoakanmu dari sini. Bunda sayang Aliza”
Akhirnya Chanyeol oppa pun sudah kenal dengan ayah dan bunda, karena kita sempat skype’an bersama. Aku pun akan dikenalkan dengan orang tua Chanyeol oppa. Yaaap, sungai Han akan tetap menjadi tempat favorite kami berdua. Jika memang kita jodoh, mungkin tempat ini akan menjadi tempat yang akan selalu kami kunjungi selama hidup kami. Tapi jika memang kita tidak berjodoh, kami akan tetap bersahabat dan akan selalu datang ketempat ini untuk mengenang masa-masa kami bersama.


-TAMAT-




Cerita ini hanya fiktif belaka!

Jumat, 01 Agustus 2014

Maafkan Kami...



Ya Allah Ya Tuhan-ku
Kepada azab-Mu lah kami selalu takut
Begitu banyak dosa-dosa dan kesalahan yang kami lakukan
Sedangkan kami selalu mengabaikan
Kami sia-siakan usia kami hanya untuk berbuat kesalahan
Ya Allah...
Begitu banyak gambaran kematian yang kami saksikan
Namun kami tidak pernah mengambilnya sebagai pelajaran
Tidak juga kami sadar akan kematian yang akan datang
Hanya kepada-Mu lah kami berlari dari kesalahan
Hanya Kepada-Mu lah kami memohon ampunan
Leburkanlah segala dosa-dosa ini,  agar kami tenang


Aaamiin Aamiin Ya Rabbal'alaamiin



"Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga). Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al-A'raf [7] : 99)

Kamis, 19 Juni 2014

Inovasi Pengobatan Komprehensif Untuk Tumor Dengan Metode Imunisasi Biologi

Assallamualaikum Warohmattullohi Wabarokattuh....

Dengan perkembangan jaman yang semakin hari semakin maju, makin banyak pula inovasi-inovasi baru yang mulai muncul dari berbagai bidang. Tidak jarang inovasi-inovasi baru tersebut mendatangkan banyak keuntungan bagi masyarakat yang menggunakan inovasi terbaru tersebut.
Kali ini saya akan mencoba untuk menunjukkan sebuah inovasi baru yang mungkin banyak orang tahu, dan inovasi ini merupakan inovasi yang berasal dari bidang kesehatan, yaitu mengenai Metode Imunisasi Biologi — Inovasi Pengobatan Komprehensif untuk Tumor. Dan berikut mengeai penjelasannya :
Penyakit kanker dan tumor kerap kali menjadi momok yang bisa menghantui siapa saja tanpa memandang usia. Meskipun terdapat sejumlah pasien yang dinyatakan dapat bertahan saat terkena penyakit ini, tumor dan kanker masih terbilang sukar diatasi hingga kini. Penyebabnya, sel tumor atau sel kanker bisa berkembang dengan cepat dan menyebar di sel-sel tubuh di sekitarnya.

Oleh karena itu, kini tengah diupayakan langkah untuk mengatasi kanker dam tumor dengan teknologi anti kanker. Langkah ini di anggap membantu memulihkan 30 persen pasien dari kanker. Sementara itu, untuk  meningkatkan kelangsungan hidup jangka panjang pasien kanker dan mengurangi risiko kekambuhan tumor, ada di tangan pasien kanker dan keluarganya. Menurut pakar imunitas sel dari RS modern  kankler Guangzhou, terapi biologi memiliki spesifisitass anti, tumor yang cukup kuat, toksisitas yang rendah, dan kelebihan lainnya
Imunisasi biologi merupakan sebuah metode baru yaitu metode pengobatan efektif dalam mengobati tumor, dan telah diakui sebagai urutan 4 besar metode pengobatan komprehensif untuk tumor, dan merupakan cara yang paling efektif setelah 3 metode paling umum, seperti operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Dalam rangka membuat lebih banyak orang memahami tentang keajaiban ini, inovasi pengobatan terbaru, pada 17 April sore, di meeting room lantai 9 Modern Hospital Guangzhou diselenggarakan seminar “ Imunoterapi Anti Tumor” dengan pembicara Zhang Dechun, penanggung jawab pusat penelitian biologi Modern Hospital Guangzhou, banyak dokter dan perawat yang berbondong-bondong datang untuk berpartisipasi dan membahas mengenai “ keajaiban” pengobatan imunisasi biologi.

Zhang Dechun telah 10 tahun berkecimpung di bidang pengobatan imunisasi biologi, kebanyakan orang masih asing terhadap pengobatan ini, namun bagi Zhang Dechun, pengobatan ini sudah sangat familiar. Menurut Zhang Dechun, pengobatan dengan imunisasi biologi adalah menggunakan teknologi biologi dan agen biologis, dengan cara mengambil sel kekebalan tubuh pasien lalu setelah dikembangbiakkan, dimasukkan kembali ke dalam tubuh pasien, dapat merangsang dan memperkuat fungsi kekebalan tubuh sendiri, sehingga dapat mencapai tujuan dari pengobatan. Saat ini ada beberapa jenis sel yaitu CIK、DC-CIK、ACTL、NK. Beliau juga mengungkapkan bahwa DC dan CIK adalah dua bagian penting dari imunoterapi, penggabungan kedua sel ini dapat menjamin keefektifan dan keharmonisan sistem kekebalan tubuh, dapat mengurangi sel tumor yang masih tersisa di dalam tubuh, dengan efektif memperbaiki kualitas hidup pasien, dan memperpanjang harapan penderita kanker.
Setelah mendengarkan penjelasan detail dari Zhang Dechun, pada saat sesi tanya jawab, para tenaga medis yang berpartisipasi semua aktif mengajukan pertanyaan, dengan harapan dapat benar-benar memahami tentang “imunisasi biologi” secara lebih menyeluruh. Setelah seminar berakhir, banyak tenaga medis yang mengungkapkan, bahwa hari ini benar-benar adalah sebuah pelajaran “literasi” , dan kini mereka memiliki pemahaman baru mengenai “Imunisasi Biologi”. Selain itu, banyak dokter yang menuturkan, untuk ke depannya mereka akan lebih memperhatikan informasi-informasi terkait “Imunisasi Biologi”, melihat apakah bisa diaplikasikan pada bidang spesialis masing-masing, untuk memberikan lebih banyak lagi metode pengobatan terbaru bagi para pasien.
Seperti yang kita ketahui, Zhang Dechun menguasai teknik pengobatan imunisasi biologi, dan pernah berpartisipasi dalam “Forum ‘CSCO-Selatan’ pengobatan tumor dengan imunisasi biologi dan terapi molekul bertarget ke-5”, bersama dengan 40 ahli tumor terkenal dari dalam dan luar negeri saling bertukar pikiran mengenai info-info seputar pengobatan tumor dengan imunisasi biologi dan terapi molekul bertarget, serta teknologi baru pengobatan tumor dan pengobatan komprehensif tumor, dan lain-lain, dan pada akhirnya ia memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai imunisasi biologi. Beliau menuturkan, ke depannya beliau akan terus meneliti lebih dalam lagi, dan bersama-sama dengan peneliti di seluruh dunia, akan meneliti dan mengembangkan teknologi baru pengobatan tumor, dan menciptakan kebahagiaan bagi para pasien.

Sumber :
·         http://www.asiancancer.com/indonesian/about-news/modern-hospital-dynamics/3653.html
·         http://rhezajack.wordpress.com/2012/01/14/imunisasi-biologi-bantu-atasi-kanker/




Sabtu, 07 Juni 2014

Hijrah-ku

HIJRAHKU

Setiap orang pasti memiliki sebuah masa lalu. Entah masa lalu yang kelam atau justru sebaliknya. Dari setiap masa lalu itu pasti akan menyisakan sebuah kenangan yang amat berarti bagi para si pemilik pengalaman tersebut. Tak terkecuali bagi diriku.
Pahit manisnya sebuah pengalaman hidup, menjadikan ku seorang wanita yang terus belajar dari sebuah kesalahan masa lalu. Getirnya kehidupan pun memberikan kejelasan pada ku, bahwa hidup harus terus berjalan, meskipun semua harus berawal dari sebuah kesalahan. Bahkan isak tangis pun tak pernah berhenti untuk selalu ada dan menemani disetiap teringat semua kesalahan itu. Mungkin kalau air mata bisa berbicara, aku yakin ia akan mengatakan bahwa ia sudah bosan keluar dan menetas di wajahku. Atau mungkin ia akan marah karena ia takut jika ia tidak bisa lagi menetes dan mengalir jatuh ke pipiku.
Setiap wanita pasti ingin terlihat sempurna dan pasti ingin memiliki hidup yang sempurna pula. Tak jarang seorang wanita rela melakukan apa pun untuk memiliki kesempurnaan itu. Aku salah satu wanita yang ingin sekali memiliki hidup yang sempurna. Karena kesempurnaan itu lah yang membuat aku menjadi sesosok wanita yang terlihat begitu bahagia tanpa menyadari bahwa ada Tuhan yang jauh lebih sempurna dibanding diriku. Dan sebuah kesempurnaan itu harus aku awali dengan sebuah kesalahan.
Semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan, bahkan tak sedikit dari mereka yang merasa menyesal dan berharap kesalahan itu tidak akan terulang lagi. Dan aku, sama seperti mereka yang pernah melakukan sebuah kesalahan, tidak! bukan hanya sebuah, namun banyak sekali kesalahan yang pernah aku lakukan.
Entah apa yang terjadi pada diriku saat ini. Akhir-akhir ini aku selalu merasa gelisah, selalu bersedih, terkadang marah bahkan aku merasa tidak tenang dengan hidupku saat ini. Bekali-kali aku mencoba menenangkan diri dan berdo’a namun aku masih belum bisa menemukan jawaban atas kegelisahanku saat ini. Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan seorang wanita yang mengenakan khimar syar’i, dan aku merasa sejuk kala melihat wanita itu. Subhanallah, Maha Besar Allah.
Wanita itu bernama Tari, dia salah satu teman baruku di kampus. Aku banyak belajar mengenai agama dari dia, dia pula saah satu orang yang mampu menyadarkanku akan pentingnya berhijab. Awalnya aku bertanya pada dia, mengapa ia menggunakan hijab syar’i, apa yang mendorong ia menggunakan hijab syar’i. Dan ia hanya menjawab “Itu Perintah Allah”.  Kemudian ia menyuruhku membuka Al-Qur’an dan menbaca surat Al-A’Raf ayat 26 yang artinya :
“Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi, pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebahagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.” (Al-A’Raf: 26)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
               
                Banyak surat dan hadis yang dia tunjukkan mengenai perintah berhijab, banyak hal yang aku pelajari dari Tari, ia pun mengajarkan padaku mengenai seorang wanita yang shaleha. Hati ini merasa tenang dan senang mendengar semua hal yang Tari ceritakan mengenai wanita shaleha padaku. Aku sempat berpikir mungkinkan ini jawaban atas kegelisahanku ?, mungkinkah Allah menyuruhku untuk memperbaiki diriku ?. Beberapa hari aku memikirkan tentang semua ini, aku terus bertanya pada guru ngajiku mengenai hijab yang di anjurkan Allah. Dan memang jawaban yang meyakinkan hati bahwa berhijab dan menutup aurat itu perintah Allah SWT. Dan mulai saai itu lah aku meniatkan diriku untuk memperbaiki dri dan menggunakan hijab yang memang sesuai anjuran Allah SWT. Bismillah
                Secara perlahan, proses demi proses aku mulai mengubah diriku menjadi wanita yang lebih mendekatkan diri pada Allah dan mencoba menggunakan hijab yang memang sesuai dengan anjuran Allah SWT. Semakin hari aku semakin merasa tenang saat lebih mendekatkan diri pada Allah, dan dengan menggunakan hijab pun aku merasa memiliki kesejukkan diri. Hari demi hari aku terus memperbaiki diriku, berkaca dan bermuhasabah diri akan semua kesalahan yang pernah aku perbuat. Dan mungkin ini jalan yang Allah inginkan untukku, dan mungkin ini jawaban atas semua kegelisahan yang aku alami.
                Berubah menjadi lebih baik itu bukan berarti tidak ada halangan. Banyak sekali halangan, godaan bahkan ejekkan yang aku dapatkan saat aku memutuskan untuk berhijab dengan baik. Banyak yang mendukung, tidak sedikit pula yang mengejek dan merasa heran karena perubahanku ini.
“Zaa… kok kamu berubah ? “
“Zaa… kamu kenapa ?”
“Zaa…mau ngaji dimana ?”
“Zaa..pake taplak meja itu ? kerudung lebar gitu ?”
“Zaa..jangan sok sok’an alim gitu ah, gak cocok!”
“Zaa… kena angin apa kok jadi kaya gini ?”
“Alizaa, lu tuh gak pantes kaya gitu, berandal mah berandal aja gak usah sok alim gitu..”
Dan masih banyak lagi pertanyaan dan ucapan yang mereka berikan saat melihatku berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi. Astaghfirullah haladzim…
                Jujur, saat itu aku merasa down aku merasa sedih, kenapa disaat aku ingin berubah menjadi lebih baik tapi banyak yang menggunjing perubahanku. Sampai pada akhirnya aku bertanya pada Tari “Tari, apa dulu saat Tari memutuskan bersyar’i banyak yang mengejek Tari ? Sejelek itukah masa lalu aku sampai mereka mengejekku ?” tanyaku sambil menunjukkan wajah lesu , “Ejekkan itu wajar Aliza, mungkin mereka semua bingung karena kamu berubah seperti ini. Kamu hanya perlu memberi mereka senyuman saat mereka mengejek kamu. Toh perubahan kamu ini kan karena Allah jadi untuk apa malu.. biarkan orang lain bercerita tentang masa lalu kamu, saat ini yang harus kamu pikirkan adalah masa depan kamu. Biarkan orang lain berkomentar tentang masa lalu kamu, yang terpenting saat ini kamu sudah berusaha memperbaiki diri kamu, dan itu merupakan hal yang sangat Allah sukai. Jadi kamu gak perlu khawatir” Senyum Tari sambil menenangkan hatiku.
Tari pun menunjukkan sebuah kalimat bahwa :
“Saat kamu berubah mengikuti ajaran-ajaran Allah untuk bersyar’i, maka kamu harus siap untuk digunjingkan oleh orang, teman bahkan orang tuamu sekalipun. Tapi kamu tidak perlu takut, karena Allah akan membalas gunjingan itu dengan rencana indah untukmu.”

                Mendengar penjelasan dan dorongan yang Tari berikan, aku semakin kuat akan gunjingan dari oaring lain dan semakin terus percaya diri akan perubahanku ini. Aku tidak perlu takut dan harus lebih menguatkan imanku agar tidak terjerumus kembali…

Do’a-ku
Ya Allah, aku tahu aku tidak sempurna
Aku tahu, aku ini pendosa……
Namun, bukankah pintu ampunan-Mu lebih besar bagi mereka yang mau bertaubat ?
Aku mohon Ya Allah
Berikan aku kekuatan untuk tetap istiqomah menjalani hari-hariku sesuai syari’at-Mu Ya Allah
Kerena hanya pada-Mu akan ku dapati kesempurnaan diri
Untuk menuju Syugra-Mu yang kekal dan abadi..  
               
                Aku pun hanya perlu mendo’a-kan mereka yang memang menggunjing dan mengejekku, semoga mereka dibukakan pintu hatinya oleh Allah. Dan yang lebih aku sykuri, aku memiliki kedua orang tua yang memang sepenuhnya mendukung apa yang aku lakukan. Selagi semua itu masih sesuai aturan dan ajaran agama, beliau sepenuhnya menyerahkan kepadaku atas jalan yang ku pilih. Bahkan saat ini banyak pula teman-teman yang mendukung perubahanku, bahwa tak sedikit dari mereka yang senang melihat perubahanku. Bahkan diantara mereka pun ada yang berniat untuk berhijrah sama sepertiku. Aamiin Ya Rabbal’alaamiin, semoga mereka sesegera mungkin berhijrah menjadi lebih baik.
Ucapanku,
Terimakasih Ya Allah, Engkau kuatkan diri dan hati ini untuk berhijrah menjadi lebih baik. Engkau mudahkan jalanku untuk memahami hidayah-Mu, dan Engkau berikanku orang-orang yang mampu saling mendukung dan saling menguatkan untuk terus beristiqomah…

Semua ini karena Allah SWT.


Selasa, 27 Mei 2014

TOUM2 Minggu ke-3

BIOGRAFI ALI BIN ABI THALIB

‘Alī bin Abī Thālib (Arab: علي بن أﺑﻲ طالب, Persia: علی پسر ابو طالب)‎ (lahir sekitar 13 Rajab 23 Pra Hijriah/599 – wafat 21 Ramadan 40 Hijriah/661), adalah salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad. Menurut Islam Sunni, ia adalah Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin. Sedangkan Syi’ah berpendapat bahwa ia adalah Imam sekaligus Khalifah pertama yang dipilih oleh Rasulullah Muhammad SAW. Uniknya meskipun Sunni tidak mengakui konsep Imamah mereka setuju memanggil Ali dengan sebutan Imam, sehingga Ali menjadi satu-satunya Khalifah yang sekaligus juga Imam. Ali adalah sepupu dari Muhammad, dan setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra ia menantu Muhammad

Riwayat Hidup
Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 Masehi atau 600(perkiraan). Muslim Syi'ah percaya bahwa Ali dilahirkan di dalam Ka'bah. Usia Ali terhadap Nabi Muhammad masih diperselisihkan hingga kini, sebagian riwayat menyebut berbeda 25 tahun, ada yang berbeda 27 tahun, ada yang 30 tahun bahkan 32 tahun.
Beliau bernama asli Haydar bin Abu Thalib, paman Nabi Muhammad SAW. Haydar yang berarti Singa adalah harapan keluarga Abu Thalib untuk mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani di antara kalangan Quraisy Mekkah.
Ali dilahirkan dari ibu yang bernama Fatimah binti Asad, dimana Asad merupakan anak dari Hasyim, sehingga menjadikan Ali, merupakan keturunan Hasyim dari sisi bapak dan ibu. Kelahiran Ali bin Abi Thalib banyak memberi hiburan bagi Nabi SAW karena beliau tidak punya anak laki-laki. Uzur dan faqir nya keluarga Abu Thalib memberi kesempatan bagi Nabi SAW bersama istri beliau Khadijah untuk mengasuh Ali dan menjadikannya putra angkat. Hal ini sekaligus untuk membalas jasa kepada Abu Thalib yang telah mengasuh Nabi sejak beliau kecil hingga dewasa, sehingga sedari kecil Ali sudah bersama dengan Muhammad.
Dalam biografi asing (Barat), hubungan Ali kepada Nabi Muhammad SAW dilukiskan seperti Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) kepada Yesus (Nabi Isa). Dalam riwayat-riwayat Syi'ah dan sebagian riwayat Sunni, hubungan tersebut dilukiskan seperti Nabi Harun kepada Nabi Musa.
Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, riwayat-riwayat lama seperti Ibnu Ishaq menjelaskan Ali adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tersebut atau orang ke 2 yang percaya setelah Khadijah istri Nabi sendiri. Pada titik ini Ali berusia sekitar 10 tahun.
Pada usia remaja setelah wahyu turun, Ali banyak belajar langsung dari Nabi SAW karena sebagai anak asuh, berkesempatan selalu dekat dengan Nabi hal ini berkelanjutan hingga beliau menjadi menantu Nabi. Hal inilah yang menjadi bukti bagi sebagian kaum Sufi bahwa ada pelajaran-pelajaran tertentu masalah ruhani (spirituality dalam bahasa Inggris atau kaum Salaf lebih suka menyebut istilah 'Ihsan') atau yang kemudian dikenal dengan istilah Tasawuf yang diajarkan Nabi khusus kepada beliau tapi tidak kepada Murid-murid atau Sahabat-sahabat yang lain.
Karena bila ilmu Syari'ah atau hukum-hukum agama Islam baik yang mengatur ibadah maupun kemasyarakatan semua yang diterima Nabi harus disampaikan dan diajarkan kepada umatnya, sementara masalah ruhani hanya bisa diberikan kepada orang-orang tertentu dengan kapasitas masing-masing.
Didikan langsung dari Nabi kepada Ali dalam semua aspek ilmu Islam baik aspek zhahir (exterior) atau syariah dan bathin (interior) atau tasawuf menggembleng Ali menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, berani dan bijak.
Saat Rasulullah SAW hijrah, beliau menggantikan Rasulullah tidur di tempat tidurnya sehingga orang-orang Quraisy yang hendak membunuh Nabi terpedaya. Ali tidak hanya tumbuh menjadi pemuda cerdas, namun juga berani dalam medan perang. Bersama Dzulfikar, pedangnya, Ali banyak berjasa membawa kemenangan di berbagai medan perang seperti Perang Badar, Perang Khandaq, dan Perang Khaibar.
Beliau telah mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah SAW kecuali perang Tabuk, beliau terkenal dalam ketangguhan dalam menunggang kuda dan keberanian, beliau salah seorang yang diberi kabar gembira untuk memasuki surga, pada saat dirinya masih hidup, beliaulah kesatria umat Islam ini, amirul Mu’minin, pemimpin yang diberi petunjuk Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muththalib Al-Qurasy Al-Hasyimy, beliau memiliki hubungan kekerabatan dengan Nabi saw, sebagai anak dari paman beliau saw dan suami dari putri Rasulullah SAW Fathimah ra.
Para sejarawan berpendapat bahwa kulit beliau berwarna hitam manis, berjenggot tebal, lelaki kekar, berbadan besar, berwajah tampan, dan kunyahnya adalah Abu Al-Hasan atau Abu Turob. Shahabat yang satu ini memiliki memiliki citra kepahlawanan yang sangat cemerlang sebagai bukti atas keberaniannya dalam membela agama ini. Diantaranya, beliau menginap di ranjang Rasulullah SAW pada saat peristiwa hijrah, beliau mempersembahkan dirinya untuk sebuah kematian demi membela Rasulullah saw sehingga orang-orang Quraisy yang hendak membunuh Nabi terpedaya. Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, Ali dinikahkan Nabi dengan putri kesayangannya yaitu Fatimah az-Zahra.

Pertarungan / Perang Yang Diikuti
·         Perang Badar
Beberapa saat setelah menikah, pecahlah perang Badar, perang pertama dalam sejarah Islam. Di sini Ali betul-betul menjadi pahlawan disamping Hamzah, paman Nabi dan Ubaidah bin Al-harits ra yang memenuhi panggilan perang tanding. Banyaknya Quraisy Mekkah yang tewas di tangan Ali masih dalam perselisihan, tapi semua sepakat beliau menjadi bintang lapangan dalam usia yang masih sangat muda sekitar 25 tahun.
Di antara bukti kepahlwanannya adalah apa yang terlihat jelas pada perang Khandak, pada saat Amru bin Wud menyerang dengan kudanya, di mana orang ini adalah salah seorang penunggang kuda tangguh terkenal suku Quraisy, dia dengan bertopeng besi berseloroh meminta kepada kaum muslimin untuk perang tanding. Dia berkata:
"Dimanakah surga yang kalian klaim bahwa jika mati kalian pasti memasukinya? Apakah kalian tidak memberikan aku seorang lelaki untuk berperang melawanku?"
Maka Ali bin Abi Thalib keluar menghadapinya. Orang tersebut berkata:
"Kembalilah wahai anak saudaraku, dan siapakah paman-pamanmu yang lebih tua darimu, sesungguhnya aku tidak suka menumpahkan darah seorang lelaki sepertimu".
Maka Ali bin Abi Thalib berkata:
"Namun demi Allah, aku tidak sedikitpun merasa benci menumpahkan darahmu".
Maka musuhnya pun marah dan turun lalu menghunus pedangnya yang seakan kilatan api, lalu bergegas menantang Ali dengan emosi yang meluap. Maka Alipun menghadapinya dengan sebuah perisai lalu Amru menyabetkan pedangnya hingga menancap pada perisai tersebut dan melukai kepala Ali, kemudian Ali memukulkan pedangnya kepundak musuhnya sehingga musuhnya tersungkur hingga terdengarlah suara gaduh (para prajurit). Kemudian setelah Rasulullah saw mendengar suara takbir maka beliau mengetahui bahwa Ali telah menewaskan musuhnya, lalu Ali melantunkan sebuah syair:
Dia membela batu-batuan (berhala) karena kebodohannya
Dan aku membela Tuhan
Jangan kau menyangka bahwa Allah mengecewakan agamanya
Begitu juga NabiNya, hai bala tentara yang akan berperang

·         Perang Khandaq
Perang Khandaq juga menjadi saksi nyata keberanian Ali bin Abi Thalib ketika memerangi Amar bin Abdi Wud . Dengan satu tebasan pedangnya yang bernama dzulfikar, Amar bin Abdi Wud terbelah menjadi dua bagian.

·         Perang Khaibar
Dan di antara torehan sejarah hidupnya yang baik adalah pada saat benteng Khaibar sangat sulit ditaklukkan oleh pasukan kaum muslimin, maka Nabi saw bersabda:
"Aku pasti akan memberikan pedang ini kepada seorang lelaki di mana Allah akan memenangkan agama ini di tangannya, dia mencintai Allah dan RasulNya".
Maka para shahabat pun melalui malam mereka dengan penuh tanda tanya kepada siapakah panji  Islam itu akan diberikan? Pada saat pagi tiba para shahabat mendatangi Nabi saw dan setiap mereka ingin jika bendera tersebut diberikan kepada dirinya sendiri. Maka Rasulullah SAW bertanya:
"Dimanakah Ali bin Abi Thalib?", mereka menjawab: "Wahai Rasulullah dia sedang sakit mata".
Rasulullah bertanya kembali:
"Hendaklah ada orang yang pergi memberitahukan agar dia datang".
Maka beliaupun datang menghadap, lalu Rasulullah SAW meludahi kedua matanya dan akhirnya sembuh sehingga seakan tidak pernah terkena penyakit apapun, barulah Nabi saw memberikan bendera peperangan kepadanya, dan Ali bertanya kepada Rasulullah SAW :
"Wahai Rasulullah apakah aku akan memerangi mereka sehingga mereka masuk Islam seperti kita ini?"
Maka Rasulullah SAW bersabda:
"Berjalanlah dengan pelan sehingga engkau mendatangi mereka pada halaman rumah mereka, kemudian serulah mereka memeluk Islam, dan beritahukanlah kepada mereka apa-apa yang wajib atas mereka dari hak-hak Allah, demi Allah seandainya salah seseorang mendapat hidayah disebabkan karena usahamu maka hal itu lebih baik dari onta merah".
Pada saat Ali sampai di wilayah musuh, maka raja mereka bernama Murhib keluar sambil memainkan pedangnya dengan menyenandungkan sebuah sya’ir :
Khaibar telah mengetahui diriku bahwa aku adalah Murhib
Senjata terhunus dan pahlawan yang berpengalaman
Pada saat peperangan telah berkobar
Lalu Ali berkata menjawabnya
Aku telah diberi nama oleh ibuku nama Haidarah
Seperti singa hutan yang berperwakan menyeramkan
Aku akan menebas kalian secepat kilat dengan pedangku
Murhib dan Ali saling berduel dengan kedua pedang mereka, dan tebasan pedang Ali lah yang mengahiri hidup musuhnya, sehingga Allah memberikan kemenangan atas kaum muslimin.

Setelah Nabi Wafat
Sampai disini hampir semua pihak sepakat tentang riwayat Ali bin Abi Thalib, perbedaan pendapat mulai tampak ketika Nabi Muhammad wafat. Syi'ah berpendapat sudah ada wasiat (berdasar riwayat Ghadir Khum) bahwa Ali harus menjadi Khalifah bila Nabi SAW wafat. Tetapi Sunni tidak sependapat, sehingga pada saat Ali dan Fatimah masih berada dalam suasana duka orang-orang Quraisy bersepakat untuk membaiat Abu Bakar.
Menurut riwayat dari Al-Ya'qubi dalam kitab Tarikh-nya Jilid II Menyebutkan suatu peristiwa sebagai berikut. Dalam perjalan pulang ke Madinah seusai menunaikan ibadah haji ( Hijjatul-Wada'), malam hari Rasulullah SAW bersama rombongan tiba di suatu tempat dekat Jifrah yang dikenal denagan nama "GHADIR KHUM." Hari itu adalah hari ke-18 bulan Dzulhijah. Ia keluar dari kemahnya kemudia berkhutbah di depan jamaah sambil memegang tangan Imam Ali Bin Abi Tholib r.a. Dalam khutbahnya itu antara lain beliau berkata : "Barang siapa menanggap aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya.Ya Allah, pimpinlah orang yang mengakui kepemimpinannya dan musuhilah orang yang memusuhinya".
Pengangkatan Abu Bakar sebagai Khalifah tentu tidak disetujui keluarga Nabi Ahlul Baitdan pengikutnya. Beberapa riwayat berbeda pendapat waktu pem-bai'at-an Ali bin Abi Thalib terhadap Abu Bakar sebagai Khalifah pengganti Rasulullah. Ada yang meriwayatkan setelah Nabi dimakamkan, ada yang beberapa hari setelah itu, riwayat yang terbanyak adalah Ali mem-bai'at Abu Bakar setelah Fatimah meninggal, yaitu enam bulan setelah meninggalnya Rasulullah demi mencegah perpecahan dalam ummat.
Ada yang menyatakan bahwa Ali belum pantas untuk menyandang jabatan Khalifah karena umurnya yang masih muda, ada pula yang menyatakan bahwa kekhalifahan dan kenabian sebaiknya tidak berada di tangan Bani Hasyim.

Sebagai Khalifah
Peristiwa pembunuhan terhadap Khalifah Utsman bin Affan mengakibatkan kegentingan di seluruh dunia Islam yang waktu itu sudah membentang sampai ke Persia dan Afrika Utara. Pemberontak yang waktu itu menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan lain selain Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, waktu itu Ali berusaha menolak, tetapi Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah memaksa beliau, sehingga akhirnya Ali menerima bai'at mereka. Menjadikan Ali satu-satunya Khalifah yang dibai'at secara massal, karena khalifah sebelumnya dipilih melalui cara yang berbeda-beda.
Sebagai Khalifah ke-4 yang memerintah selama sekitar 5 tahun. Masa pemerintahannya mewarisi kekacauan yang terjadi saat masa pemerintah Khalifah sebelumnya, Utsman bin Affan Untuk pertama kalinya perang saudara antara umat Muslim terjadi saat masa pemerintahannya, Pertempuran Basra. 20.000 pasukan pimpinan Ali melawan 30.000 pasukan pimpinan Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Ummul mu'minin Aisyah binti Abu Bakar janda Rasulullah Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Ali.
Peristiwa pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan yang menurut berbagai kalangan waktu itu kurang dapat diselesaikan karena fitnah yang sudah terlanjur meluas dan sudah diisyaratkan (akan terjadi) oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup, dan diperparah oleh hasutan-hasutan para pembangkang yang ada sejak zaman Utsman bin Affan, menyebabkan perpecahan di kalangan kaum muslim sehingga menyebabkan perang tersebut. Tidak hanya selesai di situ, konflik berkepanjangan terjadi hingga akhir pemerintahannya. Pertempuran Shiffin yang melemahkan kekhalifannya juga berawal dari masalah tersebut.
Ali bin Abi Thalib, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang ditinggalkan pemerintahan sebelumya. Ia meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdrrahman bin Muljam, seseorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang) saat mengimami salat subuh di masjid Kufah, pada tanggal 19 Ramadhan, dan Ali menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.

Mutiara Hadits Imam Ali as
·         “Janganlah engkau mencari kehidupan hanya untuk makan. Akan tetapi, carilah makan agar engkau dapat hidup.”
·         “Sesuatu yang paling merata manfaatnya adalah kematian orang-orang jahat.”
·         “Janganlah engkau mengecam Iblis secara terang-terangan, sementara engkau adalah temannya dalam kesunyian.”
·         “Akal seorang penulis itu terletak pada penanya.”
·         “Kawan sejati adalah belahan ruh, sedangkan saudara adalah belahan badan.”
·         “Janganlah engkau mengucapkan sesuatu yang engkau sendiri tidak suka jika orang lain mengucapkannya kepadamu.”
·         “Kurang ajar adalah penyebab segala keburukan.”
·         “Galilah ilmu pengetahuan sejak kecil, pasti engkau akan beruntung tatkala besar.”
·         “Lebih baik engkau memilih kalah (mengalah) sedang engkau sebagai orang yang adil, daripada engkau memilih menang dalam keadaan engkau sebagai orang yang zalim.”

Dari biografi Ali bin Abi Thaib yang sudah disampaikan di atas, kita dapat mengambil contoh dari keteladanan seorang khalifah dan pemimpin muslim ini seperti :
1.      Kesederhanaan Ali bin Abi Thalib yang ditunjukkan melalui sikap dan perbuatannya sehari-hari.
2.      Khalifah Ali bin Abi Thalib sosok pemimpin yang megambil resiko dan berbuat yang terbaik membela keyakinannya selama keyakinan itu benar.
3.      Menjadi pemimpin yang jujur, amanah dan bertanggung jawab, karena pada dasarnya menjadi pemimpin bukanlah sebuah hadiah melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan baik.
4.      Menjadi seorang pemimpin harus adil, jangan memanfaatkan posisi demi keuntungan pribadi.
5.      Khalifah Ali bin Abi Thalib merupakan pemimpin yang rendah hati dan merakyat, beliau tidak malu bersantap dengan roti keras berlauk cuka dan minyak.
Dan masih banyak teladan baik Ali bin Abi Thalib yang bisa kita contoh dan kita tiru dalam menjalani hari-hari. Semua karena Allah SWT.

Sumber :
·         http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib
·         http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/01/biografi-ali-bin-abi-thalib.html
·         http://www.al-shia.org/html/id/page.php?id=371
·         http://jenarparakan.blogspot.com/2013/03/keberanian-dan-keteladanan-ali-bin-abi.html