Senin, 01 Oktober 2012

Tingkat Kematian dan Angka Kelahiran



NPM   : 14112080
Kelas : 1KA37
Nama  : Khanty Dwi Ichtyantri



Tingkat Kematian.




Berikut ini akan dijelaskan mengenai Rumus Tingkat Kematian Kasar dan Tingkat Kematian Khusus, dan berikut mengenai pembahasannya :

A.  Rumus Kematian Tingkat Kasar.
   Angka kematian kasar atau Crude Death Rate (CDR) menunjukkan jumlah kematian setiap 1.000   penduduk dalam satu tahun. Berikut Rumusnya :



CDR    = Angka kematian kasar.
M         = Jumlah kematian selama satu tahun.
P          = Jumlah penduduk pertengahan tahun.
1000    = bisa disebut juga K atau konstanta.

Angka Kematian Kasar digolongkan menjadi 3 yaitu :
  1. Golongan Tinggi, apabila jumlah mortalitas/kematian lebih dari 18.
  2. Golongan Sedang, apabila jumlah mortalitas/kematian antara 14-18.
  3. Golongan Rendah, apabila jumlah mortalitas/kematian kurang dari 13.

Menurut Wardiyatmoko angka kematian kasar (CDR) dalam kurun waktu 2000 - 2005 kurang lebih sebesar 43. Dibandingkan dengan CDR Asia 42, Thailand 40, Malaysia 24, dan Singapura 9 maka CDR Indonesia masih relatif tinggi.


B.   Rumus Kematian Tingkat Khusus.
      Angkat kematian khusus menurut umur atau Age Spesific Death Rate (ASDR) menunjukkan banyaknya orang yang meninggal tiap 1.000 orang penduduk pada usia tertentu dalam satu tahun. Biasanya angka ini sangat tinggi pada kelompok usia lanjut, sedangkan pada kelompok usia muda angka ini jauh lebih rendah.
Berikut Rumus Tingkat Kematian Khusus :





ASDR = Angkat kematian pada umur tertentu.
Lx        = Jumlah kematian pada umur tertentu dalam setahun.
Px        = Jumlah penduduk umur tertentu.


Angka Kelahiran

Kelahiran adalah ekspulsi atau ekstraksi lengkap seorang janin dari ibu tanpa memperhatikan apakah tali pusatnya telah terpotong atau plasentanya masih berhubungan. Berat badan lahir adalah sama atau lebih 500 gram, panjang badan lahir adalah sama atau lebih 25 cm, dan usia kehamilan sama atau lebih 20 minggu
Sedangkan Angka kelahiran atau biasa disebut dengan fertilitas adalah salah satu unsur dari pertambahan penduduk secara alami. Atau jumlah kelahiran per 100 tahun.

Angka Kelahiran di bagi menjadi 3 macam, yaitu :

1)  Angka Kelahiran Kasar .
Angka kelahiran kasar atau Crude Birth Rate (CBR) menunjukkan jumlah bayi yang lahir setiap 1.000 penduduk dalam satu tahun. Untuk mencari angka kelahiran kasar digunakan rumus sebagai berikut :




CBR    = Angka kelahiran kasar
L          = Jumlah kelahiran selama satu tahun
P          = Jumlah penduduk pertengahan tahun

Angka kelahiran kasar di golong kan menjadi tiga, yaitu :

  1. Golongan Tinggi, apabila jumlah kelahiran lebih dari 30.
  2. Golongan Sedang, apabila jumlah kelahiran antara 20-30.
  3. Golongan Rendah, apabila jumlah kelahiran kurang dari 20.
Menurut Wardiyatmoko angka kelahiran kasar (CBR) dalam kurun waktu 2000 - 2005 kurang lebih sebesar 29. Dibandingkan dengan CBR Asia 25, Thailand 28, Malaysia 27, dan Singapura 25 maka CBR Indonesia masih relatif tinggi.

2)  Angka Kelahiran Umum. 
Angka kelahiran umum atau General Fertility Rate (GFR) adalah banyaknya kelahiran tiap 1.000 wanita yang berusia 15 - 49 tahun pada pertengahan tahun. Angka kelahiran umum dapat diketahui dengan rumus :



L              = Banyaknya kelahiran selama satu tahun.
W(15-49) = Banyaknya penduduk wanita yang berumur 15-49 tahun.


3) Angka Kelahiran Khusus.

Angka kelahiran khusus atau Age Spesific Birth Rate (ASBR) menunjukkan banyaknya bayi lahir setiap 1.000 orang wanita pada usia tertentu dalam waktu satu tahun. Untuk mengetahui ASBR digunakan rumus sebagai berikut :




ASBR  = Angkat kelahiran dari wanita pada umur tertentu.
Lx        = Jumlah kelahiran wanita pada kelompok umur tertentu.
Px        = Jumlah wanita pada kelompok umur tertentu







Sumber :

·         http://ssbelajar.blogspot.com/2012/04/angka-kelahiran-dan-angka-kematian.html
·         http://yudhamelandiputra.blogspot.com




0 comments:

Poskan Komentar