Minggu, 21 September 2014

HAN IN LOVE

HAN IN LOVE





Aku ALiza, seorang anak rantauan dari Negri tetangga, yang diberi kesematan mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan S1 disalah satu Universitas di Seol. Yaap, disini aku tinggal seoarang diri, walaupun begitu aku sudah memiliki beberapa teman yang memang satu kampus bahkan satu jurusan denganku. Salah satu diantara mereka bernama Kristall. Aku dan Kristall sudah lebih dekat dan kebih akrab dulu, mungkin karena apartemen kami bersebelahan dan Kristall pun selalu membantu ketika aku menghadapi kesulitan, terutama kesulitan dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Hidup seorang diri di Negara asing memang awalnya sangat sulit, karena kehidupan disini sangat jauh berbeda dengan kehidupan di Negara asalku. Perlahan namun pasti aku mencoba mempelajari kebiasaan-kebiasan yang dilakukan masyarakat kota ini dengan bantuan Kristall dan kakaknya. Kristall tinggal bersama kakanya yang bernama Taeyon, mereka berdua memang asli Seol, karena itu aku selalu meminta tolong mereka ketika mengalami kesulitan dan mereka pun dengan senang hati akan membantuku.

Pagi ini aku bersama Kristall berencana untuk jogging mengelilingi taman ditepian Hangang, atau yang biasa dikenal dengan nama sungai Han. Sekitar jam 6 pagi setelah shalat subuh aku sudah mempersiapkan diri untuk jogging. Tiba - tiba terdengar suara handphone berbunyi “Yeoboseyo ? Oh ne ne…”, ternyata telephone tersebut dari Kristall yang sudah menungguku di depan lobby appartement, kemudian aku pun bergegas turun ke lobby. Ketika di lobby aku melihat Kristaal bersama Taeyon eonni yang ternyata akan ikut bersama aku dan Kristall untuk jogging. “Annyeong eonni ? waah ternyata eonni ikut juga…?”, kataku dengan riang. “Annyeong Liza shii, ne… aku bosan di kamar, makanya aku mau ikut kalian, biar sekalian fresh juga…”, jawab eonni Taeyon sambil memelukku. Tak perlu waktu lama kami langung menuju taman di tepi sungai Han. Selama jogging, tak hentinya mereka menjelaskan cerita tentang sungai Han, dan mereka menunjukkan tempat-tempat apa saja yang bagus di daerah sungai Han. Kita sempat berhenti sejenak ditepi sungai Han untuk menikmati indahnya pemandangan sungai Han. Subhanallah hati terguncang melihat indahnya pemandangan sungai ini. “Liza ? kamu suka tempat ini ?”, Tanya Kristall padaku. “Ne… aku suka sekali Kristall, mungkin tempat ini akan menjadi tempat favoriteku di Seol..”, jawabku dengan sumringah. “Waktu SMA aku sering datang kesini bersama teman-temanku. Bagaimana kalau kita sering datang kesini juga ? kamu setuju ?”, Tanya Kristall semangat. “Aaaa setuju bangett Kristall…”, jawabku dengan semangat sambil mengambil posisi lompat kecil.

Ketika sedang asik berbicara dengan Kristall dan Taeyon eonni, tiba-tiba terdengar suara pria yang memanggil nama Kristall. “Yaa….Kristall….”, Teriak si pria itu. Sontak aku dan Kritall menengok kebelakang melihat siapa yang memanggil Kristall dengan suara kencang. Ternyata beberapa orang laki-laki yang memang sedang melakukan aktifitas jogging seperti kami. “Yaa..Oppa. Jongging disini juga ?”, Teriak Kristall balik. Mereka semua menghampiri kami yang memang sedang duduk menikmati indahnya sungai Han. “Waah ada Taeyon nuna juga. Iya kita lagi jogging-jogging ganteng aja nih disini. Itu siapa ?”, Tanya si laki-laki pada Kristall sambil melihat kearahku. “Ohyaa kenalin oppa, ini ALiza chingu baru aku dari Negara tetangga”, jawab Kristall sambil merangkul pundakku. Pria itu mengulurkan tangannya padaku. Karena aku tidak terbiasa berjabat tangan dengan seorang pria, maka aku menundukkan badanku sambil mengucap, “Joesonghamnida, jonen ALiza imnida..” dan semua laki-laki itu membungkukkan badannya. “Mianhae oppa, chingu yang satu ini special jadi tidak bisa dipermainkan”, kata Kristall melanjutkan. “Liza, ini Chanyeol oppa dia emang suka sksd gitu orangnya, tapi baik kok. Yang pakai jaket hitam itu Kyungsoo oppa, sebelah kanannya itu Luhan oppa, Sehun, Tao dan Suho oppa. Mereka semua teman-teman aku.”, kata Kristall menjelaskan padaku. Aku hanya memberi senyuman pada mereka semua.

Tiba-tiba Taeyon eonni yang dari tadi asik mendengarkan musik, tiba-tiba mengajukan pertanyaan “Loh Baekhyun shii kemana ?”, “Tadi mau ikut nuna, tapi dia tiba-tiba sakit perut jadi gak ikut deh nuna”, jelas sehun yang dari tadi kelihatan gak bisa diam karena terus-terusan bercanda dengan Tao. Entah hanya perasaanku saja atau memang kenyataan, aku melihat Chanyeol oppa memandangiku dengan mata yang mengerikan. Agak risih sih ya diliatin pria yang baru di kenal, tapi aku berpikir positif, mungkin pria Korea kalau menatap wanita memang seperti itu. Aku juga gak terlalu mikirin sih. Kemudian kami semua melanjutkan jogging bersama. Lagi-lagi aku memergoki Chanyeol oppa melirikku, kali ini beneran terasa risih, aku mencoba menggeser kearah Taeyon eonni yang memang sedang asik mendengarkan musik dari headsetnya. “Wae..?”, Tanya Taeyon eonni padaku. “Anio eonni..”, jawabku dengan senyum. Ketika selesai jogging, aku diajak Kristall untuk sarapan pagi bersama dengan yang lain, karena memang perutku juga sudah mulai keroncongan, aku pun tidak menolak ajakan Kristall.

Sesampainya ditempat makan, entah kenapa Chanyeol oppa memilih tempat duduk yang berada persis di depanku. “Hyung, disini hyung disini”, teriak Sehun yang menyuruh Chanyeol oppa untuk duduk disampingnya, namun tidak ada balasan dari Chanyeol oppa. Tiba-tiba Kyungsoo oppa datang tanpa mengucapkan sepatah kata apapun dan langsung menarik kuping Chanyeol oppa untuk pindah posisi tempat duduk. “Aaaaa..appa..apaa…”, teriak Chanyeol oppa kesakitan. Semua orang tertawa termaksud aku, yang melihat kejadian itu. Walaupun posisi tempat duduknya sudah pindah, tetap saja Chanyeol oppa mencuri-curi lirikkan ke arahku. Perasaan risih itu hilang dan timbul perasaan deg-degan “Duuuh aLiza please deh apaan sih pake degdegan segala ??”, ucapku dalam hati. Kristall pun memesankan makanan untukku, sesampainya makanan tiba, ternyatan makanan yang dipesankan Kristall untukku tertukar dengan makanan pesanan Chanyeol oppa, mau tidak mau aku harus ke meja Chanyeol oppa untuk menukar makanannya. “Mianhae oppa, sepertinya makanan kita tertukar ?”, ucapku pada Chanyeol oppa. “Mwo ? Ohiya pantesan aku bingung kok yang dateng ini yaa..”, jawab Chanyeol oppa. “Gomawo..” ucap Chanyeol oppa lagi sambil tersenyum. Aku pun hanya membalas dengan senyuman singkat dan langsung kembali ke tempat dudukku. Ketika sarapan selesai disantap kami semua kembali ke rumah masing-masing.

Siang hari aku menghabiskan waktu dengan membaca novel-novel yang memang belum sempat aku baca karena terhalang oleh tugas-tugas kuliah yang menumpuk. “Ting nong..”, bunyi bel dari kamar appartementku. Bergegas aku keluar, ternyata Kristall yang berdiri di depan pintu dengan membawa sepiring kue yang berwarna pink dan hijau. “Ini untukmu Lizaa”, kata Kritall sambil menodorkan piringnya padaku. “Waaa, Gomawo. Siapa yang buat ini ?”, tanyaku. “Anio, ini dari Chanyeol oppa.”, jawab Kristall. “Nugu ?”, tanyaku kaget. “Ne, Chanyeol Oppa. Wae ?”, Tanya Kristall balik. “Anio anio.. Ayoo masuk”, jawabku menyangkal. “Liza ya… Chanyeol oppa kayanya suka deh sama kamu ?”, kata Kristall mengejutkan. Aku cuma diam tanpa menjawab sepatah kata pun. “Chanyeol oppa yang menyuruhku mengantarkan kue ini untukmu. Ohiya dia minta kontak kamu, boleh aku kasih gak ?” lanjut Kristall. “Buat apa ?”, tanyaku singkat. “Mungkin dia mau komunikasi sama kamu. Chanyeol oppa itu baik, emang sih keliatannya dia aneh suka gak jelas gitu, tapi Chanyeol oppa itu baik banget. Dia juga suka nolong aku sama eonni kalo lagi kesusahan. Chanyeol oppa itu juga sahabatnya namjachingu Taeyon eonni.”, kata Kristall mencoba menjelaskan. “Namjachingu Taeyon eonni ? Nugu ?”, tanyaku lagi. “Baekhyun oppa..”, jawab Kristall. Dan aku baru tahu ternyata, laki-laki yang saat jogging ditanya eonni Taeyon adalah namjachingu-nya. Dan aku memutuskan untuk tidak memberikan kontk pada Chanyeol oppa, karena memang aku masih takut dan belum berani dengan orang yang baru aku kenal.

Keesokkan harinya, aku melakukkan aktifitas kuliah seperti biasa. Berangkat kuliah selalu bersama Kristall, masuk kelas pun selalu bersama Kristall, tapi kalau ke kamar mandi gak pernah bareng *ya iya lah*. Ketika perkuliahan selesai aku memutuskan pergi ke perpustakaan untuk mencari bahan presentasi minggu depan. Ketika sampai perpustakaan, aku berpapasan dengan laki-laki yang tidak asing dipenglihatanku. “Ya.. Aliza ?”, tanyanya sambil menunjukku. “Ne..Kyungsoo oppa ?”,”Ne, kamu masih ingat dengaku ?”, tanyanya balik. “Bagaimana bisa lupa, oppa yang menarik kuping Chanyeol oppa saat sarapan pagi hehe..”, jawabku menyakinkan. Kemudian kami memutuskan untuk mencari buku bersama. “Liza, Chanyeol hyung sudah menghubungimu ?”, tanya Kyungsoo oppa dengan suara yang kecil, karena takut terdengar penjaga perpustakaan. “Anio, wae oppa ?”, tanyaku balik. “Kemarin dia bilang kalau dia suka sama kamu pada pandangan pertama, dan dia mencoba untuk meminta kontakmu sama Kristall.”, jelasnya. Ternyata benar kata Kristall, Chanyeol oppa suka sama aku. Sebelum aku menjawab Kyungsoo oppa sudah mengajukkan pertanyaan lagi “Kamu sudah memberi kontakmu ke Chanyeol ?”, ”Anio oppa, aku memang yang menolak untuk tidak memberikan kontakku pada Chanyeol oppa.” Jawabku jelas. “Wae ? Chanyeol itu…”, “Sssssst…”, suara dari penjaga perpustakaan yang memutuskan pembicaraan Kyungsoo oppa karena terlalu keras dan mengganggu pengunjung lainnya.

Kemudian kami memutuskan untuk keluar dari perpustakaan dan buku yang dicari pun sudah ada. Ketika keluar perpus, aku melihat Kristall berjalan dengan seorang laki-laki. Yaaa laki-laki itu tinggi dan perawakannya pun tidak asing bagiku, itu Chanyeol oppa. Tiba-tiba perasaan itu muncul lagi, degdegan itu timbul lagi, aku bingung aku panik dan hampir salting saat itu juga. “Kyungsoo yaaa…”, teriak Chanyeol oppa. “Zaa please zaa please, don’t be panic. Jangan sampe salting”, ucap dalam hati. “Annyeong.”, ucap Chanyeol oppa padaku. “Kyungsoo oppa, ajarin aku matematika please.”, ucap Kristall pada Kyungsoo oppa. “Gaja, kita ke perpustakaan.”, ajak Kyungsoo oppa pada Kristall. Dan akhirnya mereka meninggalkan kami berdua. Kondisi paling gak aku suka ya kondisi kaya gini, jadinya awkward banget. Aku Cuma bisa senyam-senyum gak jelas karna memang bingung apa yang harus dikatakan. “Ke kantin yuk”, ajak Chanyeol oppa. Lagi-lagi aku tidak bisa berkata apa-apa, aku hanya menganggukkan kepala dan berjalan menuju kantin. Sampai di kantin Chanyeol oppa mencoba memulai pembicaraan denganku “Mianhae, kalau seandainya aku mengganggu kamu..”, “Anio oppa anio”, ucapku memutuskan perkataan Chanyeol oppa. Sangking geroginya malah memutuskan pembicaraan orang. Yapp akhirnya kami bisa mengobrol dengan santai karena memang Chanyeol oppa yang membuat suasana terlihat tidak canggung. Dan pada akhirnya pun aku member kontakku pada Chanyeol oppa. Sempat beripikir, kenapa disini aku terlihat gampangan sekali memberika kontak pada orang lain.

Malam harinya terlihat handphone berbunyi, dan ternyata Chanyeol oppa mengirim pesan padaku. Aku pikir Chanyeol oppa sama seperti laki-laki lain pada umumnya yang hanya basa-basi ketika mengirim pesan untuk menanyakan Sedang apa ?, sudah makan ? sudah mandi ? dan pertanyaan lain yang memang merupakan pertanyaan yang biasanya diajukkan untuk anak kecil. Aku dan Chanyeol oppa melanjutkan pembicaraan yang kita bicarakan saat di kantin kampus. Chanyeol oppa menanyakan banyak hal padaku, dari mulai mengapa mengambil kuliah di Seol ? kemudian apa motivasi kuliah disini, apa visi dan misi hidup yang aku jalani dan lain sebagainya. Bahkan dari pembicaraan ini kami bisa saling tukar pendapat dan informasi. Informasi mengenai Seol dan Jakarta.

Semakin hari, hubungan aku sama Chanyeol oppa semakin baik. Chanyeol oppa juga sering membantuku banyak, hal diantaranya mengerjakan tugas kampus. Aku dan Kristall pun sering melakukan kegiatan bersama Chanyeol oppa dan kawan-kawannya. Sampai pada akhirnya Kristall menanyakan hal yang saama sekali tidak terlintas dibenakku “Zaa, jadi kamu udah jadian sama Chanyeol oppa ?”, “Hah ? Ya engga lah, kita tuh cuma temenan.”, kataku sambil tertawa . “Masih ? Chanyeol oppa pernah cerita ke aku kalau dia suka sama kamu, dia juga cerita ke temen-temennya.”, tanya Kristall serius. “Ayooo zaa jawab…”, paksa Kristall yang penasaran karena pertanyaanya aku abaikan. “Nanti aja yaa chingu, aku bingung”, jawabku lemas dan bergegas meninggalkan Kristall.

Pertanyaan Kristall pun menjadi bahan pemikiranku, “Apa benar Chanyeol oppa suka sama aku ? atau sebatas suka aja ? apa yang diliat dari aku coba ?. Mana mungkin sih, laki-laki sekeren itu suka sama gadis rantauan macam aku ini. Apa yang hebat dari aku ? perasaan biasa-biasa aja deh. Ehh tapi kok aku jadi mikirin ya ? Apa jangan-jangan aku suka juga ? Aaa…. Aliza Aliza please stop stop, jangan mimpi terus..”, ucapku dalam hati sambil memukul pelan jidatku. Tak lama setelah tepok jidat, handphoneku berbunyi dan ternyata itu pesan dari Chanyeol oppa yang berisi tulisan “Saranghyeo, aku tunggu kamu di taman belakang appartement”. Hati degdegan, rasanya mau copot, ini maksudnya apa ? ini mimpi bukan ? salah liat nih mata kayanya min mau naik lagi aaaa…. rasanya gak percaya sama semua ini. “Dateng gak yaa, dateng gak yaaa ? Kalau dateng tandanya aku beneran suka juga tapi kan tujuan kesini itu kuliah bukan cari jodoh, kalau gak dateng tapi kan emang suka. Duuh mesti gimana ini ?”, ucapku rewel. “Chingu yaaaa, wae …? Bingung banget keliatannya…”, tanya Kristall mengagetkan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun aku langsung menunjukkan pesan yang dikirim Chanyeol oppa ke Kristall “Tuh kan bener, sudah sana ke taman, pasti Chanyeol oppa udah nunggu kamu.”, kata Kristall semangat. “Kristall, kamu tahu kan tujuan aku kesini untuk apa ? Aku kesini untuk kuliah, bukan untuk cari jodoh. Aku cuma gak mau nantinya malah mengecewakan ayah dan bunda. Aku ga mau Kristall.”, jawabku lesu. “Yaa chingu, aku tau tujuan kamu kuliah. Tapi kamu tetep gak akan bisa membohongi hati kamu. Saat kamu berhubungan dengan Chanyeol oppa, kamu masih bisa focus kuliah kan ? Chanyeol oppa pun selalu membantu kamu kan ? Aku yakin liza, Chanyeol oppa pasti akan selalu membimbing kamu.”, bujuk Kristall meyakinkanku.

Tak ada lagi yang bisa aku katakan pada Kristall, aku hanya diam dan menjawabnya dengan senyuman. Sampai saat ini pun aku bingung apa yang harus aku lakukan. Tetap datang atau menghindar. Teringat pula pesan ayah dan bunda yang menyuruh ku agar fokus pada tujuanku untuk kuliah. Tapi aku juga gak bisa bohongin diri sendiri kalo aku memang menyimpan perasaan itu juga. Semakin bingung harus bersikap seperti apa. Namun pada akhirnya aku tetap harus mengambil keputusan. Dan aku memutuskan untuk tidak datang dan pergi ke tepian sungai Han untuk menenangkan pikiran. Entah berapa jam aku duduk di pinggiran sungai Han sambil mendengarkan music-music mellow, tiba-tiba ada seseorang yang memberikan segelas bubble tea kepadaku. Ketika aku melihatnya ternyata orang itu adalah Chanyeol oppa. Saat itu aku bingung dan super duper heran, Chanyeol oppa kok bisa tau aku disini, kok mau sih Chanyeol oppa nyamperin aku kesini. “Oppa ? Mianhae….”, ucpaku. “Gwenchana, aku udah tau semua”, ucapnya dengan senyuman. “Kristall ? Oppa, tau aku disini juga dari Kristall ?”, tanyaku penasaran. “Ne… Kristall cerita semua ke aku. Aku nunggu kamu di taman, tapi kamu ga muncul-muncul. Aku kirim pesan gak kamu bales, aku telpon pun gak kamu angkat. Makanya aku memutuskan untuk bertanya ke Kristall. Dan akhirnya Kristall menjelaskan ke aku.” Jawabnya menjelaskan. Lagi-lagi tak ada yang bisa aku takkan, aku hanya diam sambil memandangi air yang mengalir di sungai Han.

Secara tiba-tiba Chanyeol oppa mengeluarkan seikat mawar putih dari tangannya dan mengucapkan “Aku udah tau semua, kamu juga gak bisa bohongin perasaan kamu. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu. Aku akan berusaha untuk bimbing kamu. Dan aku berjanji tidak akan mengganggu aktifitas kuliah kamu. Kita sama-sama saling mendukung dan menemani. Mau kamu selalu ada untuk aku ?”, Tanyanya serius. Bingung, sangat bingung, rasanya ingin berteriak “Bundaaa anakmu galau bunda…”. Perlahan aku merancang sebuah kata-kata dengan baik agar tidak sampai slaah berbicara. “Mianhae oppa, aku gak bisa janji selalu ada untuk oppa, tapi aku akan berusaha ada disaat keadaan apapun.”, jawabku dengan senyum kecil. “Jadi kamu mau ?”, tanyanya heran. “Kita jalanin dulu aja oppa, kedepannya pun kita belum tau kita jodoh atau engga. Semua itu sudah diatur Tuhan, tinggal kita yang menjalankan dan berdoa. Untuk ayah dan bunda, aku akan coba bilang ke beliau tapi tidak dalam waktu yang cepat.”, kataku menjelaskan. Chanyeol oppa hanya membalas dengan senyuman bahagia yang terpancar dari wajahnya. “Jangan lupa kenalin aku ke ayah dan bundamu yaaaa”, katanya lanjut. Aku hanya membalas dengan anggukkan dan senyuman. Dari sinilah kami akan memulai cerita baru bersama, dengan saksi pohon-pohon, angin, dan aliran air dari Sungai Han ini.

Alhamdulillah semakin hari kami menjalin hubungan dengan baik, bahkan hubungan kami pun akhirnya disetuji bunda, karna aku sudah menceritakan hal ini pada bunda. Bunda pun berpesan :
“Bunda gak akan ngelarang kamu punya teman special. Bunda hanya pesan, tetap fokus pada tujuanmu dan tetap jaga jarak dengan teman specialmu itu. Kamu wanita nak, kamu pun tinggal sendiri disana. Jaga dirimu baik-baik. Ayah dan Bunda selalu mendoakanmu dari sini. Bunda sayang Aliza”
Akhirnya Chanyeol oppa pun sudah kenal dengan ayah dan bunda, karena kita sempat skype’an bersama. Aku pun akan dikenalkan dengan orang tua Chanyeol oppa. Yaaap, sungai Han akan tetap menjadi tempat favorite kami berdua. Jika memang kita jodoh, mungkin tempat ini akan menjadi tempat yang akan selalu kami kunjungi selama hidup kami. Tapi jika memang kita tidak berjodoh, kami akan tetap bersahabat dan akan selalu datang ketempat ini untuk mengenang masa-masa kami bersama.


-TAMAT-




Cerita ini hanya fiktif belaka!

2 comments:

  1. Eonni, aku baca sambil guling2 loh wkwk. Krystal nya aku banget wkwkwk~ 0,0v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gomawo dongsaeng, sudah mau membaca ;)). Tapi ini masih ancur loh hiks..

      Hapus